Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memutuskan untuk maju melalui jalur independen dalam kontestasi Pilgub DKI tahun 2017. PDIP yang sempat mesra dengan Ahok dan kemungkinan akan mengusungnya, meradang dan balik badan menyerang mantan Bupati Belitung Timur itu.Tak terima disudutkan partai politik, Ahok kemudian membuat kondisi semakin gaduh. Ahok menyatakan butuh biaya besar jika ingin maju di Pilgub DKI tahun depan melalui partai politik. Setidaknya, Ahok mengestimasi dana senilai Rp 200 miliar untuk bisa diusung parpol."Ini pemilihan masih sampai Januari. Butuh Rp 200 miliar bos. Kamu hitung berapa biaya kalau mau pakai parpol," kata Ahok di Balai Kota, Jumat (11/3).Tudingan Ahok ini kemudian membuat partai politik meradang. PDIP semakin meluap-luap mengungkapkan kemarahannya kepada Ahok. Bahkan partai koalisinya di pemerintahan NasDem sampai kena semprot. NasDem diketahui telah mendeklarasikan diri mendukung Ahok tanpa syarat sejak bulan lalu.PDIP dan NasDem diketahui selama ini memiliki hubungan yang mesra. Namun hanya karena seorang Ahok. Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri dan Surya Paloh ini pecah kongsi bahkan saling tuding.
Advertisement
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira merasa aneh dengan tudingan Ahok ada mahar politik jika ingin diusung lewat parpol. Dari mana Ahok bisa menyimpulkan harus membayar mahar sebesar itu. Lantas Andreas menuding apa Partai NasDem sebagai pendukung Ahok telah menerima Rp 100 miliar."Coba cek ke partai yang sekarang sudah usung Pak Ahok. Kalau Pak Ahok berani omong gini jangan-jangan dia sudah bayar Rp 100 miliar ke sana. Coba tanya NasDem, jangan-jangan sudah terima Rp 100 M," ujar Andreas saat dihubungi, Jumat (11/3).Menurut Andreas, saat mengusung pasangan Jokowi-Ahok dalam Pilgub DKI sebelumnya, justru PDIP yang keluar banyak dana. Dia menjelaskan saat itu tak ada mahar politik."Mana mau dia bayar Rp 100 miliar. Kita yang keluarin duit dari kampung ke kampung. Kita justru keluar duit," ungkapnya.Sementara itu, NasDem tak terima calon gubernurnya diserang oleh parpol. Apalagi dilakukan hanya karena Ahok memutuskan maju melalui jalur independen.Ketua DPP Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago, meminta agar Ahok tak disalahkan. Sebab menurutnya partai politik terlalu jual mahal dan mematok mahar."Inilah anehnya partai politik. Mereka jual mahal mau dukung Ahok. Kemudian pakai mahar yang mahal. Kalau kemudian beralih pada jalur independen kenapa harus ribut? Jangan ribut dong, kalau mau dukung harusnya dari awal-awal," kata Irma saat dihubungi merdeka.com, Jumat (11/3).Wakil ketua fraksi NasDem di DPR ini menilai, majunya Ahok melalui jalur independen bukan berarti meniadakan fungsi partai politik. Buktinya, kata Irma, NasDem turut sebagai partai pendukung Ahok. Hal tersebut lantaran tak ada ganti rugi atau mahar yang diminta NasDem."Enggak ada itu cerita antiparpol, buktinya NasDem juga dukung dia. Hanya saja masalahnya NasDem itu mendukung Ahok tanpa syarat dan tanpa mahar. Kalau yang lain enggak mau mendukung Ahok tanpa syarat dan mahar ya enggak usah ribut juga. Kenapa harus negatif thinking," tuturnya.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376331/original/063774100_1792330781-IMG_20261017_100716.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307496/original/035199200_1754468457-IMG_0580.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376073/original/009276700_1792299022-WhatsApp_Image_2026-10-18_at_11.36.28.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376043/original/026350600_1792296270-IMG-20261017-WA0017.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375590/original/006527600_1792163236-IMG_1589.JPG.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9373959/original/018854700_1792020872-IMG_8801.jpg)