Dewan Syuro DPP PKB Maman Imanul Haq menilai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi terkesan sensasional karena melakukan prosedur penilaian yang melebihi kewenangan Presiden Joko Widodo. Seharusnya, Politikus Partai Hanura itu tidak mengumumkan langsung penilaian menteri-menteri."Metodologi penilaiannya harus dibuka lalu koordinasikan dan komunikasikan kepada publik bukan mencari sensasional," kata Maman Imanul Haq di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (9/1).Menurut dia, kinerja Yuddy minim prestasi selama menjabat menteri. Dia menilai politikus Partai Hanura itu sebagai menteri yang banyak bicara atau hanya bergaya di depan publik."Contoh kasus Engeline, dia tidak ada hubungannya dengan kasus anak tapi tiba-tiba dia ke Bali. Yuddy itu tidak punya prestasi tapi banyak gaya. Memang ada menteri yang pekerjaannya ngomong langsung seperti Mas Pramono Anung (Sekretaris Kabinet) tapi menteri Yuddy tidak boleh banyak ngomong," kata dia.Lanjut dia, pihaknya mendesak Yuddy untuk membuka metodologi penelitian yang menjadi dasar hasil audit akuntabilitas kementerian dan lembaga yang dirilis ke publik. Selain itu, penilaian menteri ini dilakukan menjelang reshuffle yang sarat akan politis."Kami tidak memprotes perangkingan yang dilakukan oleh Yuddy sebagai pembantu presiden. Tapi kami menyayangkan penilaian itu dilakukan tahun 2015 tapi diumumkan tahun 2016 saat isu reshuffle sedang berkembang, timing-nya salah," tandasnya.
PKB sebut Menteri Yuddy banyak gaya, kasus Engeline saja ikut-ikutan
Dia menilai politikus Partai Hanura itu sebagai menteri yang banyak bicara atau hanya bergaya di depan publik.
Advertisement
Rekomendasi