Undang pelawak ke Istana, cara Jokowi sindir dagelan MKD

Surat pengunduran diri Setya Novanto dari kursi DPR di detik-detik akhir sidang putusan MKD seolah-olah seperti dagelan.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Undang pelawak ke Istana, cara Jokowi sindir dagelan MKD
Jokowi bertemu komika Stand Up Comedy. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Di tengah panasnya sidang etik putusan terhadap Setya Novanto di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR kemarin, Presiden Joko Widodo justru tertawa lepas bersama para pelawak di Istana. Para komedian sengaja diundang untuk makan malam. Padahal kegiatan makan malam bersama pelawak tidak dijadwalkan sebelumnya.

Di mata Sekretaris Dewan Penasehat Setara Institute, Romo Benny Susetyo, peristiwa itu sebagai cara Jokowi menyindir proses di MKD.

"Menarik, Presiden Jokowi undang para pelawak. Dengan cara itu face image bagaimana menyelamatkan muka. Jokowi sebenarnya ingin menampar dagelan di MKD," katanya dalam konferensi pers Koalisi Masyarakat Anti Mafia Parlemen tentang Putusan MKD atas Kasus Setnov, 'Sanksi Berat & Mundur yang Terlambat', di Dres Kopitiam, Jalan Agus Salim No 23, Jakarta Pusat, Kamis (17/12).

"Jokowi sindir sebenarnya di sidang ada dagelan," tambahnya.

Menurut Romo Benny, surat pengunduran diri Setya Novanto dari kursi DPR di detik-detik akhir sidang putusan MKD seolah-olah seperti dagelan. Setya Novanto seolah sedang memainkan seni peran dengan skenario yang sudah disusun sebelumnya di mana digambarkan suasana sidang sengaja dibuat tegang dan panas.

"Kita lihat, dalam pemain (drama) diatur oleh sutradara. Seperti kemarin malam, seolah-olah sidang itu dibuat dengan tegang, lalu dibuat surat tanpa ada pemecatan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Istana Negara Jakarta, Rabu sore menjelang maghrib kedatangan tamu para pelawak. Tak heran jika gelak tawa memenuhi seantero ruang, bahkan tawa sang Presiden Joko Widodo ( Jokowi) tak kalah lepasnya.

Tak lama berselang, berita Setya Novanto yang mundur sebagai Ketua DPR RI pun terkonfirmasi sebagai kabar yang shahih. Entah kebetulan yang disengaja atau tidak, Istana memang sedang dipenuhi tawa ketika pimpinan DPR dalam proses meletakkan jabatannya.

Masyarakat pun mendapat tontonan ironi sekaligus kelegaan pihak-pihak yang merasa berada di atas angin ketika dua penggal fragmen yang terpisah itu disatukan dalam sebuah bingkai.

Jokowi sedang duduk di sisi Andre Taulany, Dorce, Nunung, dan Cak Lontong. Sementara di hadapannya tak bosan berbicara si Jarwo Kwat, Sule, Parto, dan Aziz. Wajar jika Presiden pun akhirnya bisa 'ngakak'.

Jokowi memang memanggil sederet komedian ternama hari itu untuk sekadar bincang santai dan makan bersama. "Sepertinya bapak capek dan ingin tertawa bareng para pelawak," kata sumber orang dalam Istana yang tak mau disebut namanya dikutip dari Antara, Rabu (16/12).

Sempat beredar spekulasi lain bahwa Jokowi sengaja menghadirkan 14 pelawak papan atas ke Istana untuk mengalihkan perhatian media terkait sikapnya terhadap keputusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Konstelasi berubah boleh pada detik dan waktu yang tak terpaut lama, rupa dan perasaan Jokowi versus Setya Novanto berlawanan 180 derajat.

Jokowi tengah tertawa lepas serasa tanpa beban, tepat ketika Novanto sedang diliputi kegalauan menjelang kemundurannya sebagai Ketua DPR, terkait masalah 'papa minta saham' PT Freeport Indonesia. Sikap Setya jelas akan menuai polemik, sekaligus menjadi bahan yang paling banyak diperbincangkan.

Sementara Jokowi justru sedang melepaskan kepenatannya dan bersenda gurau, termasuk membicarakan usulan Cak Lontong untuk mendirikan Museum Komedi Indonesia di Kota Solo, kota asal Sang Presiden.

Rekomendasi