Dari hasil hitung cepat lembaga survei Cyrus Network, calon bupati petahana Belitung Timur Basuri Tjahaja Purnama dan pasangannya Fezzi Uktolseja kalah suara dari rivalnya pasangan Yuslih Ihza-Burrhanuddin. Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang tak lain kakak Basuri, menilai wajar saja jika adik kandungnya kalah dalam hasil hitung cepat.
"Saya sudah dari awal bilang sama dia bahwa dia kemungkinan bisa kalah karena imbang-imbang saja. Kalau kamu seorang petahana, disurvei dan popularitas kamu di bawah 50 persen itu masalah kamu," ujarnya kepada awak media di kantor Balaikota Jakarta, Rabu (10/12).
Ahok mengaku sudah mengingatkan adiknya agar mengedepankan fasilitas kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat di Belitung Timur. Dia juga menyampaikan agar adiknya konsentrasi di dua hal itu. Namun adiknya itu justru punya rencana jangka panjang yang dinilainya masih sangat jauh. Padahal justru masyarakat melihat kinerja pemimpin daerah di jangka pendek terlebih dulu.
"Sebetulnya rakyat itu yang penting kesehatan, pendidikan. Tapi kan masing-masing orang pikirannya berbeda kan," lanjutnya.
"Nah dia berpikir mesti bikin lapangan terbang dan lainnya. Betul, tapi masih jauh gitu loh,"
Ahok mengaku tidak membantu adiknya melakukan kampanye di pilkada kemarin. Sebagai calon bupati petahana, justru selama masa kepemimpinannya itu adalah masa kampanye. Nantinya masyarakat bisa menilai dan memilih sendiri dari kinerja ataupun sikap yang dilakukan oleh pemimpin.
"Petahana itu kamu 5 tahun tuh kampanye terus. Jadi kalau kamu petahana, tidak melakukan sesuatu yang luar biasa kepada warga, menaruh harapan, kamu mau kampanye kayak apa juga nggak guna," pungkasnya.
Sebelumnya, berdasarkan hasil hitung cepat Basuri memperoleh 31,35 persen, Yuslih Ihza-Burrhanuddin 51,4 persen, terakhir Usmandie Andeska-Musdiyana dapat 17,29 persen. Yuslih merupakan kakak pengamat hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra. Sementara, Basuri merupakan adik dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Calon bupati petahana Basuri Tjahaja Purnama dan pasangannya Fezzi Uktolseja kalah dalam hitung cepat versi lembaga survei, Cyrus Network. Basuri menilai hasilnya ini karena rakyat ingin memiliki pemimpin baru. "Kita menerima pilihan rakyat yang mau bupati baru," ujar Basuri kepada merdeka.com, Rabu (9/12).
Saat disinggung apakah salah strategi dalam kampanye, Basuri enggak menjawabnya. "Masyarakat mau bupati baru," kata Basuri menegaskan.