Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan pada 9 Desember mendatang, aparat keamanan mulai bersiap. Sebanyak 2.777 anggota Polda Sumsel diturunkan buat menjaga suasana kondusif dan lancar.Kapolda Sumsel, Irjen Pol Iza Fadri mengatakan, aparat akan ditempatkan di daerah rawan konflik. Menurut Iza, Kabupaten Musi Rawas adalah salah satu wilayah mesti diwaspadai."Musi Rawas cukup rawan. Ini perlu kita maksimalkan pengamanannya," kata Iza dalam gelaran apel kesiapan dan keberangkatan di Mapolda Sumsel, Jumat (4/12).Iza melanjutkan, aparat akan ditempatkan di beberapa daerah. Antara lain Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Kabupaten Musi Rawas Utara, Kabupaten Musi Rawas, dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pengamanan diprioritaskan dalam berbagai upaya antisipasi. Di antaranya antisipasi konflik, politik uang, manipulasi suara, bahkan penculikan pasangan calon."Semuanya bisa saja terjadi, karena itulah tugas kita semua mengantisipasinya," ujar Iza.Menurut Iza, penempatan aparat keamanan dalam pengamanan tempat pemungutan suara (TPS), sangat penting guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan."Kehadiran Polri dalam pengamanan pilkada nanti sangat penting. Polri dan TNI akan memaksimalkan perannya," tutup Iza.
Kapolda Sumsel anggap Musi Rawas rawan konflik saat pilkada serentak
Polisi akan siaga buat mencegah praktik politik uang, bentrokan, pencurian dan manipulasi suara, hingga penculikan.
Rekomendasi