Belum terlihat keseriusan Jokowi-JK jalankan Nawacita

Terlalu cepat menilai efektivitas kinerja pemerintahan Jokowi-JK hanya dalam kurun waktu setahun.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Belum terlihat keseriusan Jokowi-JK jalankan Nawacita
Jokowi JK pimpin rapat paripurna. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Pemerintahan Jokowi-JK belum menunjukkan keseriusan melaksanakan Nawacita seperti yang diumbar saat masa kampanye pemilihan presiden tahun lalu. Direktur Utama Habibie Centre, Rahimah Abdurrahim menuturkan, sembilan poin Nawacita belum dijalankan sepenuhnya.

Dalam nawacita, pemerintahan Jokowi-JK ingin menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara. Poin kedua, pemerintah tidak absen dalam tata kelola pemerintahan. Ketiga, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah daerah pinggiran. Keempat, membangun reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi dan bermartabat.

Kelima, meningkatkan kualitas hidup dengan peningkatan Pendidikan. Keenam, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing. Ketujuh, menggerakkan sektor sektor strategis untuk membangun ekonomi yang mandiri. Kedelapan, melakukan revolusi mental. Point terakhir memperkuat kebhinekaan dan restorasi sosial Indonesia

"Belum terlihat kesungguhan 9 program prioritas dijalankan dengan baik. Meskipun demikian publik tetap layak untuk berharap, masih cukup waktu untuk memulihkan kepercayaan rakyat," ujar Rahimah dalam Talk Show bertajuk 'Mengukur Kinerja Kabinet Kerja' di Le Meridien Hotel Jakarta Selatan, Selasa (24/11).

Meski Nawacita belum dijalankan maksimal, terlalu cepat untuk menilai efektivitas kinerja pemerintahan Jokowi-JK hanya dalam kurun waktu setahun. Pengamat Ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa menganggap evaluasi setahun terlalu dini. Apalagi jika dikaitkan dengan kinerja perekonomian, Jokowi-JK terpilih di saat situasi global sedang tidak stabil. Kondisi ini membuat kinerja Jokowi-JK terlihat buruk di mata publik.

"Sebenarnya tidak terlalu buruk banget, hanya saja dia terpilih di saat kondisi ekonomi global sedang tidak baik. Jadi saya rasa terlalu cepat jika menilai kinerja dalam jangka satu tahun," katanya.

Belum lagi kebijakan bank central Amerika Serikat yang membuat kondisi perekonomian dunia khususnya Indonesia ikut terguncang. Meski demikian, pemerintah tidak bisa menjadikan kondisi global sebagai alasan terpuruknya kondisi ekonomi.

Purbaya mengingatkan pemerintahan Jokowi-JK tetap fokus dalam upaya memperbaiki kondisi perekonomian nasional. "Namun kita tetap optimis untuk kedepannya akan menghasilkan hasil yang optimis," ucapnya.

Rekomendasi