Setelah menyatakan mundur dari Partai Amanat Nasional (PAN) pada 2010, Soetrisno Bachir kembali masuk pentas politik partai menengah itu. Tidak tanggung-tanggung, dia juga aktif mendukung pencalonan Zulkifli Hasan sebagai ketua umum PAN periode 2015-2020 dalam Kongres IV di Nusa Dua, Bali, yang dibuka Sabtu lalu.Masuknya kembali SB, biasa Soetrisno Bachir disapa, terbilang mengejutkan mengingat dia pernah menyatakan penyesalan masuk dalam politik. Diduga ratusan miliar uang pengusaha asal Pekalongan itu juga menguap setelah kandas menjadi calon presiden di Pilpres 2009."Partai politik sebelumnya memang diperkirakan bisa menjadi jalan untuk mendorong kemandirian bangsa. Namun, dalam perjalanan dan praktiknya, keinginan untuk mendorong kemandirian bangsa secara ekonomi dan bermartabat sebagai bangsa amat sulit," ujar SB dalam suasana peringatan hari lahir ke-12 Partai Amanat Nasional, di Jakarta, pada 23 Agustus 2010.Masuknya kembali SB ke PAN lebih mengejutkan lagi karena dalam Kongres IV PAN dia berada di kubu yang sama dengan Amien Rais untuk mendukung Zulkifli Hasan, yang juga besan tokoh Muhammadiyah itu. Mengejutkan karena Amien-lah orang yang disebut-sebut mengkhianati SB, yang iklannya sebagai capres 2009 kala itu sudah beredar di mana-mana.Amien disebut-sebut sebagai orang yang berada di balik keputusan Rakernas PAN di Yogyakarta pada 2009, yang mencalonkan Hatta Rajasa sebagai wakil presiden 2009 mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kendati kemudian dia lebih memilih Boediono. Hatta kemudian diplot sang besan sebagai Menko Perekonomian.Pengunduran diri SB pada 2010 dari PAN juga sempat membuat partai matahari biru itu goyang.
Advertisement
Misalnya saja, SB menarik kembali asetnya yakni gedung di Jl Buncit Raya, Jakarta Selatan, yang menjadi Rumah PAN. Di era kepengurusan Ketua Umum Hatta Rajasa, Rumah PAN kemudian pindah ke Jl TB Simatupang.Uniknya, meski sempat sakit hati dengan Amien Rais, SB tetap mengiyakan ajakan tokoh senior PAN itu untuk kembali masuk partai jelang Kongres IV."Puncaknya, Pak Amien Rais yang mengajak," ujar SB di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (25/2) lalu.Selain ajakan dari Amien, ucap SB, keputusan untuk kembali ke panggung politik juga dipengaruhi ustaznya. Politik, menurut sang guru agama, adalah sarana perjuangan dan dakwah. "Kalau (politik) ini disalahgunakan, pasti juga salah besar," tutur SB yang pada Pilpres 2014 mendukung Jokowi-JK.Namun di tengah alasan-alasan tersebut, apa sebenarnya yang membuat SB memaafkan Amien Rais yang telah menyakitinya?
Advertisement
Jawabannya mungkin hanya SB yang tahu. Namun, dalam sebuah kesempatan, SB pernah mengatakan, "Ibu saya berpesan agar saya selalu membantu Pak Amien."Ucapan itu disampaikan SB ketika mengiyakan ajakan Amien Rais untuk menggantikannya menjadi ketua umum PAN 2005-2010. Sebagai seorang pengusaha, SB awalnya tidak terlalu berminat dengan politik, apalagi bertarung menjadi ketua umum partai. Tapi, dia selalu ingat pesan ibunya. "Saya yakin dan percaya pada ungkapan bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu," kata SB dalam sebuah kesempatan lain.Kini setelah berkongsi dengan Amien memenangkan Zulkifli Hasan, SB menjadi calon kuat ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP). Sama seperti Kongres PAN 10 tahun silam, SB bakal duduk di teras partai untuk menggantikan Amien Rais.