Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai kini tidak ada lagi perbedaan ideologi politik di Indonesia seperti pada 1950-1960-an. Di era Presiden Soekarno itu, ideologi politik setidaknya terbelah menjadi nasionalis, agama dan komunis.Menurut JK, kini pandangan ideologi keagamaan dan kebangsaan setiap parpol adalah sama. "Tidak ada perbedaan yang ideologis keagamaan kebangsaan. Itulah warna politik kita pada dewasa ini. Karena tak ada lagi parpol yang murni nasional dan murni agama," kata JK saat membuka Kongres Umat Islam Indonesia VI di Pagelaran Keraton, Senin (9/2).Kalau pun ada perbedaan, kata JK, "Itu adalah persoalan politik, kewenangan, kekuasaan, dan hal-hal yang lainnya."JK menilai, semua parpol kini sama-sama nasionalis sekaligus agamis. "Semua 10 partai di republik ini semua ketuanya haji, tidak ada yang tidak. Semua melaksanakan rukun Islam yang baik, rukun iman yang baik. Apabila Islam pecah pasti mereka akan ngamuk juga. Partai apapun juga," ujar JK.Oleh karenanya, kata JK, peranan parpol terhadap keagamaan sekarang tidak perlu diragukan. "Pandangan-pandangan keagamaan inilah yang harus kita jalankan baek-baek," kata mantan ketua umum Partai Golkar ini."Karena itulah kita tidak pernah ada gesekan-gesekan tentang keagamaan lagi dalam tahun-tahun terakhir ini. Itu akibat karena kita dalam perpolitikan selalu menonjolkan persamaan dan memperkecil perbedaan-perbedaan di antara kita semua," ujarnya.
JK: Sekarang tidak ada lagi perbedaan ideologi politik
Kalau pun ada perbedaan, kata JK, "Itu adalah persoalan politik, kewenangan, kekuasaan, dan hal-hal yang lainnya."
Advertisement
Rekomendasi