Politikus Golkar sebut 1 suara di Munas dihargai Rp 700 juta

Pada Munas sebelumnya di Riau harga satu suara Rp 500 juta.

Muhammad Hasits
Oleh Muhammad Hasits - Reporter
Politikus Golkar sebut 1 suara di Munas dihargai Rp 700 juta
Rapimnas Golkar. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Menjelang Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar pada Januari nanti kabar politik uang mulai kencang. Kabarnya, satu suara dihargai Rp 700 juta.Menurut Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan, HM Roem, harga satu suara Rp 700 juta di Munas Golkar itu masih terbilang kecil. "Di Munas lalu, satu suara harganya Rp 500 juta. Saat itu pertarungan antara Surya Paloh dan Aburizal Bakrie (ARB) untuk menduduki Ketua Umum," kata Roem di Makassar seperti dilansir dari Antara, Senin (17/11).Roem memprediksi, di Munas Golkar yang akan digelar 2015 mendatang harga satu suara akan sedikit lebih tinggi yakni mencapai Rp 700 juta. Angka tersebut dinilainya relatif kecil.Harga satu suara pada Munas diperkirakan akan lebih besar lagi. Apalagi banyak calon yang akan bermunculan. Roem memprediksi, calon ketum Golkar akan mengeluarkan puluhan miliar.Nama Roem disebut-sebut sebagai penanggung jawab tim pemenangan Ical di Sulsel. Meski demikian, Ketua DPRD Sulsel ini berharap tidak ada lagi politik uang yang terjadi di Munas mendatang. Hal itu demi menghindari terjadinya konflik internal, termasuk merusak tatanan berdemokrasi nantinya."Kami berharap tidak ada lagi hal-hal seperti ini karena kalau ini berlangsung terus akan merusak tatanan demokrasi," ucapnya.Harga satu suara untuk memilih Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar pada Musyawarah Nasional (Munas) IX 2015 mendatang itu bervariatif mulai dari Rp 500 juta hingga melebihi Rp 700 juta.Angka Rp 500 juta diambil dari asumsi harga satu suara saat Munas VIII di Riau 2009 lalu yakni Rp 500 hingga Rp 600 juta. Saat itu dua kubu yang bertarung adalah Aburizal Bakrie (Ical) dan Surya Paloh. Munas akhirnya dimenangkan oleh Ical."Jadi yang mau jadi Ketua Umum DPP Golkar memang harus memiliki kekuatan finansial yang sangat besar. Sebab dana yang akan beredar di arena Munas Golkar sangat besar," katanya.Mantan Ketua Komisi A DPRD Sulsel ini juga menjelaskan bila satu DPD II atau DPD I dapat saja meraih dana lebih banyak bila mencoba bermain di sejumlah calon yang akan maju. "Mereka bisa saja membagi diri, ada yang bergabung dengan calon A, B, C dan seterusnya. Padahal suaranya di Munas hanya satu yang masuk bilik untuk memilih yakni Ketua DPD. Jadi memungkinkan ada DPD yang mendapat Rp 1 miliar lebih tergantung bagaimana mereka bermain," jelasnya.Sejumlah kader Golkar yang digadang-gadang akan maju dalam Munas IX itu, di antaranya; Aburizal Bakrie, MS Hidayat, Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, Mahyuddin, Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang Kartasasmita.

Rekomendasi