Timses Prabowo: Hitung cepat versi Jokowi-JK bayaran

Suryo menyebut, setidaknya ada tiga lembaga survei yang merangkap tim sukses Jokowi yaitu LSI, SMRC, dan Cyrus Network.

Iqbal Fadil
Oleh Iqbal Fadil- Reporter
Timses Prabowo: Hitung cepat versi Jokowi-JK bayaran
Suryo Prabowo. ©2014 Merdeka.com

Hitung cepat yang dilakukan lembaga survei yang merangkap tim sukses Jokowi - JK dinilai menyesatkan. Penasihat tim kampanye Prabowo - Hatta , Letjen TNI Purn Suryo Prabowo menyebut lembaga-lembaga survei itu bayaran."Karena mereka dibayar, tentu hasil hitung cepatnya disesuaikan dengan pemesan. Bisa menyesatkan jika hasil hitung cepatnya dikonsumsi publik," ujarnya dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Kamis (10/7).Suryo menyebut, setidaknya ada tiga lembaga survei yang merangkap tim sukses Jokowi - JK yaitu LSI, SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting) dan Cyrus Network. "LSI yang dipimpin Deny JA dikenal mendukung Jokowi karena kesamaan ideologi. Sedangkan pemilik SMRC, Saiful Mujani justru pernah kedapatan bagi-bagi uang saat kampanye Jokowi . Adapun di balik Cyrus ada Hasan Batupahat. Dia ini Koordinator Komunitas Kopi Pendukung Jokowi ," bebernya.Untuk itu masyarakat diminta jangan mudah percaya dengan hitung cepat tersebut. Semua dinilai merupakan desain besar memenangkan Jokowi - JK . "Perhatikan, seperti sudah direncanakan hitung cepat belum selesai langsung klaim sudah menang. Tidak lama kemudian disusul aksi massa merayakan kemenangan. Menyusul nanti akan ada pendirian posko kemenangan Jokowi - JK di daerah. Selain itu banyak sekali media asing yang meliput," ungkapnya.Suryo menilai hal tersebut sudah diatur sangat rapi dan terencana dengan baik. "Ini seperti prakondisi jika putusan resmi KPU tetapkan Prabowo - Hatta yang menang, mereka siap bikin rusuh. Media asing berperan mengangkat ini menjadi isu internasional. Dengan kondisi seperti ini KPU akan tertekan," tutupnya.Suryo juga mengklaim punya data perhitungan berdasarkan Formulir C-1 yang diperoleh dari para saksi Partai Keadilan Sejahtera di tiap TPS.1. NAD: No.1 = 46.54%; No.2 = 53.46%

2. Sumut: No.1 = 44.76%; No.2 = 55.24%

3. Sumbar: No.1 = 57.20%; No.2 = 42.80%

4. Riau: No.1 = 55.13%; No.2 = 44.87%

5. Kepri: No.1 = 50.79%; No.2 = 49.21%

6. Jambi: No.1 = 54.93%; No.2 = 45.07%

7. Sumsel: No.1 = 67.48%; No.2 = 32.52%

8. Babel: No.1 = 53.52%; No.2 = 46.48%

9. Bengkulu: No.1 = 61.02%; No.2 = 38.98%

10. Lampung: No.1 = 54.88%; No.2 = 45.12%

11. Banten: No.1 = 56.44%; No.2 = 43.56%

12. DKI: No.1 = 56.39%; No.2 = 43.61%

13. Jabar: No.1 = 57.92%; No.2 = 42.08%

14. Jateng: No.1 = 46.23%; No.2 = 53.77%

15. DIY: No.1 = 50.19%; No.2 = 49.81%

16. Jatim: No.1 = 51.27%; No.2 = 48.73%

17. Bali: No.1 = 43.66%; No.2 = 56.34%

18. NTB: No.1 = 55.63%; No.2 = 44.37%

19. NTT: No.1 = 44.76%; No.2 = 55.24%

20. Kalbar: No.1 = 42.87%; No.2 = 57.13%

21. Kalteng: No.1 = 47.91%; No.2 = 52.09%

22. Kalsel: No.1 = 56.55%; No.2 = 43.45%

23. Kaltim/Kaltara: No.1 = 54.71%; No.2 = 45.29%

24. Sulut: No.1 = 53.61%; No.2 = 46.39%

25. Gorontalo: No.1 = 59.84%; No.2 = 40.16%

26. Sulbar: No.1 = 47.89%; No.2 = 52.11%

27. Sulteng: No.1 = 46.76%; No.2 = 53.24%

28. Sultra: No.1 = 47.85%; No.2 = 52.15%

29. Sulsel: No.1 = 37.41%; No.2 = 62.59%

30. Malut: No.1 = 53.21%; No.2 = 46.79%

31. Maluku: No.1 49.51%; No.2 = 50.49%

32. Papua: No.1 = 53.69%; No.2 = 46.31%

33. Papua Barat: No.1 = 56.74%; No.2 = 43.26%"Jadi perbandingan akumulasi prosentase nasional antara pasangan Prabowo - Hatta dan Jokowi-Kalla, No.1 = 52,04% dan No.2 = 47,96%. Selisih persentase suara kedua pasangan sebesar 4,08%," kaa Suryo.

Rekomendasi