BBM Langka, Siswa di Denpasar Belajar dari Rumah

Penerapan kegiatan belajar mengajar secara daring tersebut akibat antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bali.

Moh Kadafi
Oleh Moh Kadafi- Reporter
BBM Langka, Siswa di Denpasar Belajar dari Rumah
Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bali untuk mempercepat normalisasi distribusi dan memastikan pelayanan kepada masyarakat. Dok PPN

Pihak Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Bali menerapkan kegiatan belajar mengajar secara daring. Penerapan kegiatan belajar mengajar secara daring tersebut akibat antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bali.

Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama mengatakan, pembelajaran secara daring tersebut akan diterapkan pada Kamis (15/10) dan Jumat (16/10).

"Iya Kamis dan Jumat (pembelajaran secara daring)," kata Wiratama saat dikonfirmasi, Rabu (14/10).

Dia mengatakan bahwa kebijakan pembelajaran online tersebut diambil karena mempertimbangkan kendala guru dan orangtuanya dalam mengantar anak ke sekolah di tengah situasi antrean BBM di sejumlah SPBU di Denpasar.

"Karena ini kan gurunya juga enggak ada dapat (BBM), orang tuanya juga enggak bisa ngantar anak. Itu sementara, kita lihat dulu, kalau memang sudah normal, iya kembali kita kembali normal lagi," ujar dia.

Dia menyebutkan, kebijakan ini berlaku untuk 626 sekolah negeri dan swasta di Denpasar, yang terdiri dari 292 PAUD/TK, 254 SD, dan 80 SMP. Pembelajaran daring akan berlangsung selama dua hari.

Selain itu, Disdikpora Kota Denpasar akan memantau kondisi selama periode tersebut untuk menentukan apakah kegiatan belajar mengajar bisa kembali dilakukan secara tatap muka.

Kemudian, untuk teknis pembelajaran daring diserahkan kepada masing-masing sekolah. Guru dapat menggunakan metode yang selama ini diterapkan, termasuk melalui aplikasi Zoom.

Selain itu, materi pelajaran juga tetap dilanjutkan selama pembelajaran berlangsung secara daring. Menurutnya, guru sudah memiliki pengalaman menjalani pembelajaran jarak jauh saat Pandemi Covid-19 sehingga diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan kebijakan tersebut.

"Saat pandemi covid, anak-anak kan sudah sudah terbiasa, gitu. Jadi enggak kaget lagilah," tandasnya.

Rekomendasi