Caleg incumbent tak terpilih lantaran jarang ke dapil

Populer, sering nongol di TV, tapi para anggota DPR ini malah tak terpilih lagi. Mereka lupa warga di daerah pemilihan.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Caleg incumbent tak terpilih lantaran jarang ke dapil
Ilustrasi DPR. ©2014 Merdeka.com

Nama-nama baru bakal menghiasi kursi parlemen Senayan DPR periode 2014-2019. Sejumlah calon legislatif incumbent dan bahkan sering mejeng di layar kaca terpaksa harus gigit jari karena tidak lolos ke DPR.Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menilai, adapun salah satu sebab caleg-caleg incumbent gagal melenggang ke Senayan lantaran jarang turun ke daerah pemilihannya. Aspirasi-aspirasi dan pendampingan kepada rakyat dihiraukan begitu saja."Kalau yang lama kan, paling datang ke dapil sebentar, yang bekerja justru banyak tim suksesnya," kata  Koordinator JPPR, Masykurudin Hafidz di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (30/4).Menurut Masykurudin, caleg-caleg incumbent lebih mengandalkan tim suksesnya untuk turun ke dapil. Walaupun caleg-caleg tersebut sering mejeng di layar TV dan vokal, namun semua itu tak menjamin bakal dipilih oleh rakyat."Bisa jadi yang bagus di pusat, sesungguhnya tidak bekerja di dapil, karena sibuk di pusat," terang Masykurudin."Para pemilih di dapil, lebih merasa dekat dengan caleg yang selalu dibawah," tutupnya.Seperti diketahui, sejumlah caleg incumbent diprediksi tidak lolos ke Senayan pada periode mendatang. Diantara seperti Sutan Bathoegana, Marzuki Alie, Priyo Budi Santoso, Nova Riyanti Yusuf dan lain-lainnya.

Rekomendasi