Nasib para petinggi Demokrat terancam tak lolos ke DPR

"Saya memang tidak kampanye dapil karena sudah tahu tidak mungkin anggota DPR lagi," kata Marzuki Alie.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Nasib para petinggi Demokrat terancam tak lolos ke DPR
Ilustrasi DPR. ©2014 Merdeka.com

Perolehan suara Partai Demokrat terjun bebas dari 20% menjadi sekitar 9%. Sejumlah petinggi Partai Demokrat pun ketar-ketir karena terancam tak lolos lagi ke Senayan.Di dapil DKI Jakarta III ada nama beken Marzuki Alie yang menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tak lolos. Dia pesimis lolos dan beralasan karena tak pernah kampanye di dapil yang meliputi Jakarta barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu."Saya memang tidak kampanye dapil karena sudah tahu tidak mungkin anggota DPR lagi," singkatnya.Wakil Ketua Umum Partai Demokrat lainnya, Max Sopacua juga terancam tak lolos ke DPR RI. Menurut perolehan suara, Max kalah bersaing dengan kolega separtainya Anton Sukartono Suratto.Bahkan dalam perhitungan di TPS SBY, Max hanya dapat 5 suara. Sementara Anton 205 suara mengalahkan caleg partai lainnya.Nama lain yang terancam tak lolos adalah Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman. Mantan Menpora ini harus berjibaku di dapil DKI I yang meliputi Jakarta Timur.Hayono harus bertempur dengan koleganya Dwi Astuti yang sementara unggul. Namun, Hayono masih optimis mendapat limpahan suara partai karena berada di nomor urut I."Mudah-mudahan (lolos). Saat ini tertinggi di dapil Jaktim dari Demokrat Astuti. Tergantung dari hasil kelebihan suara," ujar orang dekat Hayono.Perebutan suara di Jawa Timur V tak kalah seru. Banyak nama beken yang bersaing di daerah pemilihan yang meliputi Malang, Kota Malang dan Kota Batu ini.Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf merasa optimis dirinya bisa lolos kembali ke parlemen. Menurut dia, saat ini sedang fokus mengawal penghitungan suara."Insya Allah aman, sudah aman," ujar Nurhayati kepada merdeka.com beberapa waktu lalu.Di dapil Jawa Timur V, Nurhayati harus bersaing bersama satu partainya Ketua Komisi III DPR Pieter Zulkifli. Namun menurut hasil hitung cepat, di dapil Jatim V, hanya satu kursi untuk Partai Demokrat.Kendati demikian, Pieter masih merasa optimis bisa lolos. Dia masih menunggu hasil hitung manual KPU."Siapa yang bilang begitu bro. Berhitung saja masih belum selesai," optimis Pieter saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (17/4).Sementara nama beken lainnya, ada Wasekjen PDIP Ahmad Basarah dan Sayed Muhammad. Sementara dari Golkar, ada incumbent Ridwan Hisjam dan dari PKB ada nama beken Ali Maschan Moesa dan Moreno Soeprapto dari Partai Gerindra. Mereka memperebutkan 8 kursi jatah DPR RI di dapil Jatim V.

Rekomendasi