Partai Amanat Nasional (PAN) didirikan oleh Amien Rais yang juga salah satu tokoh di era reformasi. Pada keikutsertaannya di Pemilu 1999, PAN berhasil menduduki urutan kelima di bawah PDIP, Partai Golkar, PKB dan PPP dengan perolehan 7.528.956 suara atau 7,12 persen dari suara nasional. PAN mendapatkan 34 kursi di DPR RI.Pada Pemilu 2004, PAN berada di urutan ke tujuh dengan perolehan 7.255.331 suara nasional (6,41 persen) dan mendapat jatah 53 kursi DPR RI. Meski berada di urutan ketujuh, PAN percaya diri mengusung capres cawapres dari internal yakni, Amien Rais dan Siswono Yudhohusodo.Namun pasangan ini tak berhasil lolos ke putaran kedua karena hanya mendapat 14,94 persen suara. Kalah bersaing dengan pasangan SBY-JK (33,58 persen) dan Megawati-Hasyim Muzadi (26,24 persen) yang melenggang ke putaran kedua.Di Pemilu 2009, suara PAN turun menjadi 6.273.462 suara (6,03 persen) berada di peringkat lima dan hanya memperoleh 46 kursi DPR. Dalam Pilres 2009, PAN tak mampu mengusung capres dan memilih berkoalisi bersama Partai Demokrat, PKS, PPP, PKB dan Golkar untuk mendukung SBY-Boediono.Hingga Pemilu 2014, PAN hanya bergerak stagnan. Dari hasil hitung cepat, PAN mendapat suara sebanyak 7,52 persen berdasarkan versi Lembaga Survei Indonesia (LSI). Sementara Litbang Kompas 7,51 persen.Direktur Riset LSI, Kuskrido Ambardi pergerakan PAN yang selalu berada di 'papan tengah' karena mesin politik tidak berjalan sesuai dengan harapan, sehingga promosi partai di tengah masyarakat sangat kurang dan membuat mereka tak mampu beranjak ke posisi yang lebih baik."Kelihatannya mesin partai sangat lemah sehingga promosi partai sangat kurang," ungkap Kuskrido saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (11/4) kemarin.Jauh sebelum pelaksanaan Pemilu, partai ini sebenarnya sudah mengusung Hatta Rajasa sebagai calon presiden, namun itu pun tak mampu membuat PAN beranjak dari posisi yang sama dengan Pemilu 1999, 2004 dan 2009.
Performa PAN 2014: Mesin partai tak sesuai harapan
Hatta Rajasa tak mampu membuat PAN beranjak dari posisi yang sama dengan Pemilu 1999, 2004 dan 2009.
Rekomendasi