Plesiran dengan duo Zalianty, pencapresan Ical harus dievaluasi

Kasus video plesiran Ical dengan duo Zalianty juga menjadi salah satu penyebab turunnya elektabilitas Golkar & Ical.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Plesiran dengan duo Zalianty, pencapresan Ical harus dievaluasi
video ical di pesawat. ©2014 Merdeka.com/@twitter

Partai Golkar diminta untuk mengevaluasi pencapresan Aburizal Bakrie (Ical) pada pemilu presiden mendatang. Pasalnya, elektabilitas Ical selalu mengalami penurunan lantaran kasus-kasus yang membelit ketua umum Partai Golkar tersebut.Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing mengatakan evaluasi pencapresan Ical tersebut harus segera dilakukan Partai Golkar. Kasus yang membelit Ical seperti munculnya video plesiran Ical dengan duo Zalianty juga menjadi salah satu penyebab turunnya elektabilitas tersebut."Video itu berpengaruh karena persepsi masyarakat pasti liar untuk Golkar dan Ical. Pertama, itu bukan muhrim. Lalu, ke negeri yang jauh di sana dan ke tiga, pakai baju yang tidak semestinya. Itu tidak baik dilakukan tokoh kita. Saya kira sudah wajar dia mengundurkan diri jadi calon presiden," ujar Emrus di Hotel Gran Melia, Jakarta, Senin (31/3).Dia mencontohkan, calon presiden dari Partai Republik di Amerika Serikat mengundurkan diri lantaran pernah selingkuh dan beritanya meluas hingga ke negara-negara bagian Amerika Serikat. Dari berita itu, lanjut dia, akhirnya capres tersebut memilih untuk mengundurkan diri dari pemilihan presiden pada saat itu."Inilah kelemahan bangsa kita. Sudah salah moral dan etika tetapi masih ngotot untuk maju capres. Banyak pemimpin kita yang tidak mau mundur padahal sudah salah moral seperti ini," kata dia.Menurut dia, apabila Ical tetap maju sebagai capres dari Partai Golkar malah akan menguntungkan partai politik lain seperti PDIP. Pasalnya, PDIP tidak ada lawan yang dapat menandingi."Kalau Ical tetap dicalonkan Golkar, ini akan menguntungkan PDIP dan partai lainnya. Untuk itu, Ical harus mengevaluasi diri untuk maju menjadi capres," pungkas dia.

Rekomendasi