Baru beberapa hari kampanye bergulir, banyak partai politik yang melanggar aturan dengan melibatkan anak. Tak mau diberi sanksi oleh Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ), Partai Demokrat pun berkonsultasi mengenai keterlibatan anak dalam kampanye."Saya berkonsultasi menjelang Pileg, salah satunya terkait keterlibatan anak dalam kampanye karena banyak orang tua yang tidak punya pembantu mempermasalah anak dan kita tidak mau melibatkan anak," ujar Wasekjen Partai Demokrat Andi Nurpati usai konsultasi di Bawaslu , Jakarta, Jumat (21/3).Andi menambahkan, setelah berkonsultasi, pihaknya akan memberikan solusi saat kampanye nanti. "Demokrat Jakarta dalam waktu dekat akan menggelar rapat umum. Jadi, nanti yang bawa anak diharapkan tidak masuk ke area," katanya.Untuk konsultasi poin kedua, pihaknya mempertanyakan sejauh mana peran Bawaslu memantau dan mengawasi jelang pemungutan suara. Pengawasan itu, terutama untuk kecurangan seperti politik uang."Bawaslu menjawab parpol juga diminta memberikan pengawasan yang sama," ucapnya.Sebelumnya, baru dua hari kampanye digelar, partai politik (parpol) sudah banyak pelanggaran. Salah satu pelanggaran yang dilakukan oleh semua parpol adalah melibatkan anak dalam kampanye."Dari evaluasi ada yang merencanakan dan tidak merencanakan dalam melibatkan anak," ujar Ketua Badan Pengawasan Pemilu ( Bawaslu ) Muhammad di Komisi Informasi Publik (KIP), Jakarta Pusat, Selasa (18/3).
Ogah diberi sanksi libatkan anak, Demokrat konsultasi ke Bawaslu
Demokrat juga mempertanyakan sejauh mana peran Bawaslu memantau dan mengawasi jelang pemungutan suara.
Rekomendasi