Agenda debat publik Capres Konvensi Rakyat memasuki putaran keenam. Salah satu Capres Konvensi Rakyat, Bupati Kutai Timur Isran Noor mengatakan, Indonesia hingga saat ini belum memiliki skema politik luar negeri yang jelas. Oleh karena itu, kata dia, Indonesia sulit membedakan mana kawan dan lawan di panggung internasional."Indonesia belum memiliki blue print kebijakan luar negeri yang secara imajinatif menjabarkan makna politik luar negeri bebas dan aktif. Karena itu Indonesia tidak mengenali siapa musuh maupun sekutu sesungguhnya," kata Isran Noor di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (12/3).Dia menilai, hal itu mengakibatkan Indonesia kurang memiliki daya tawar dalam diplomasi dengan negara lain. Karena itu, untuk ke depannya diperlukan sebuah pedoman yang jelas soal garis atau haluan politik luar negeri Indonesia."Kementerian Luar Negeri tidak berhasil menjabarkan diplomasi sebagai sarana peranan non-militer bangsa dan negaranya, dalam menghadapi komunitas dunia internasional," katanya.Diketahui, Konvensi Rakyat telah menjaring 7 calon presiden untuk Pemilu 2014. Mereka antara lain; Yusril Ihza Mahendra (Ketua Dewan Syura PBB), Rizal Ramli (ekonom), Isran Noor (Bupati Kutai Timur), Ricky Sutanto (pengusaha), Tony Ardi (aktivis), Sofyan Saury Siregar (dosen), dan Anni Iwasaki (penulis).
Politik luar negeri tak jelas, RI tak tahu mana kawan & lawan
Hal itu mengakibatkan Indonesia kurang memiliki daya tawar dalam diplomasi dengan negara lain.
Rekomendasi