Di depan mahasiswa ITB, Risma curhat tak bahagia dengan jabatan

Sebagai Wali Kota menurutnya banyak yang harus dikorbankan.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Di depan mahasiswa ITB, Risma curhat tak bahagia dengan jabatan
Hari Kartini PDI Perjuangan. ©2012 Merdeka.com

Niat mundur Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini belakangan santer dibahas. Risma disebut-sebut telah mengajukan pengunduran diri sebagai orang nomor satu di kota Pahlawan ke DPRD.Dalam dialog kebangsaan 'Gelombang Baru Nasionalisme: Dari Daerah Membangun Indonesia', di hadapan mahasiswa ITB Risma curhat soal jabatan yang diemban empat tahun belakang ini. Meski banyak prestasi diraih Risma nyatanya tidak bahagia."Makanya saya kalau dituduh macam-macam ya mending berhenti. Saya enggak butuh jabatan ini (Wali Kota)," kata Risma di Aula Barat ITB Bandung, Sabtu (8/3).Sebagai Wali Kota menurutnya banyak yang harus dikorbankan, termasuk pribadinya sendiri. "Jadi Wali Kota itu kita harus mengurusi banyak orang, saya tuh kalau ngomong rugi, ya rugi, enggak ada yang saya cari," tandas Risma.

Meski warga Surabaya menolak Risma mundur dia menjawab, "Saya juga manusia, saya punya keterbatasan, ada saatnya saya bisa memberikan semua ke masyarakat. Ada kalanya tidak. Saya hampir enggak punya waktu untuk saya. Ada saat di mana saya bisa lelah. Saya capek. Tapi ya sudahlah," jawabnya.Risma melanjutkan untuk menggapai Indonesia maju seluruh komponen harus bersatu. "Kita miliki semua di Indonesia ini Mari kita jangan jadi bangsa kalah. Bahwa keberhasilan dan kesuksesan hak semua orang dan bangsa, semua harus bersatu," jelasnya.Risma dilantik pada 28 September 2010 bersama wakilnya Bambang Dwi Hartono yang kemudian mundur Juni 2013 lalu. Kemudian Risma didampingi wakilnya yang baru Wisnu Sakti Buana. Selain itu Risma tidak terima karena proses pemilihan Wakilnya tidak prosedural. Alasan itulah membuat Risma ingin melepas jabatan sebagai pucuk pimpinan.

Rekomendasi