CEO Lion Air Rusdi Kirana mengaku punya banyak alasan sebelum memutuskan bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada 12 Januari 2014 lalu. Salah satunya adalah menggerakkan ekonomi kerakyatan warga Nahdliyin yang merupakan pendukung PKB. Sebelum bergabung PKB, Rusdi pun sempat memberitahukan rencananya itu kepada sang istri dan pendetanya.Saat berkunjung ke redaksi merdeka.com, Kamis (20/2), Rusdi mengungkapkan banyak orang yang tidak percaya dan heran atas keputusannya terjun ke dunia politik dan 'mendarat' di PKB."PKB kalau bicara partainya kecil, masih kecil, belum besar. Tapi kalau kita lihat background, history luar biasa. PKB didirikan oleh warga NU. NU salah satu ormas yang besar dengan 65 juta anggota. Kita (bergabung) tidak arahnya untuk pemilu yang 1,5 bulan ke depan, kita adalah untuk ekonomi kerakyatan. Kenapa saya mendarat di PKB karena kita mau garap NU," papar Rusdi.Visi menggarap ekonomi kerakyatan ini sudah mulai dirintisnya dengan mengumpulkan ahli pertanian dari Universitas Hasanuddin Makassar dan IPB untuk memetakan wilayah dan potensi yang bisa digarap dan dimaksimalkan. "Kita undang ahli dari Unhas dan IPB, doktor-doktor bidang pertanian, mereka kembangkan product development. Mereka memetakan seluruh Indonesia misalnya di tanah ini cocok di bidang apa, terus SDM-nya seperti apa," ujar Rusdi.Kembali ke cerita sebelum bergabung ke PKB, Rusdi menegaskan tidak mengincar kekuasaan, melainkan mencari kepuasan. Meski sempat menimbang-nimbang sejumlah partai, Rusdi mengaku hanya membutuhkan waktu satu bulan sebelum memutuskan memilih PKB. "Saya ini kalau bicara pedagang, kita enggak bisa lama-lama (memutuskan). Kita punya sense, yang mana yang kita mau lakukan. Kalau lama-lama (berpikir) nanti enggak jadi. Mungkin bicara sebulan, makanya mendadak tiba-tiba. Ada beberapa pertemuan dengan orang-orang PKB," tuturnya.Rusdi pun menyampaikan keputusan itu kepada sang istri yang disebutnya sebagai bos. "Istri saya itu bos saya. Istri saya bilang: Kalau kamu mau menjadi seseorang, pejabat di negaramu, kamu yang penting jangan ada interest dagang lagi," kata Rusdi menirukan ucapan istrinya.Satu orang lagi yang dimintai 'izin' Rusdi sebelum bergabung PKB adalah pendetanya. "Saya telepon dan ketemu pendeta saya. Saya bilang saya mau masuk partai Islam tolong didoakan," ujarnya.Kepada Rusdi, sang pendeta berpesan, agar dia harus mengubah cara pandangnya selama ini. "Tinggalkan kamu punya etnis, agama, (sekarang) yang kamu bawa negaramu," ujar Rusdi menirukan pesan sang pendeta.Rusdi pun lega dan mendapatkan semangat atas pilihannya bergabung ke PKB. "Saya butuh waktu untuk membuktikan. Ini sama saja ketika orang meragukan saya saat membangun Lion Air dengan modal Rp 9 miliar kini punya omzet Rp 20 triliun," pungkasnya.
Cerita bos Lion Air minta izin istri dan pendeta mau gabung PKB
Rusdi mengungkapkan banyak orang yang tidak percaya atas keputusannya terjun ke dunia politik dan 'mendarat' di PKB.
Rekomendasi