Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y. Thohari menanggapi miring soal dukun politik yang dapat memenangkan seorang caleg dalam sebuah kompetisi pemilu. Dia justru sangat prihatin dengan caleg yang percaya dengan dukun bisa memenangkan seseorang dalam pemilu."Ini fenomena yang sangat ironis. Sangat memprihatinkan. Bagaimana hal-hal yang bersifat mistik semacam itu bisa dipercaya oleh para calon pemimpin bangsa," kata Hajriyanto kepada merdeka.com, Selasa (17/9).Wakil Ketua MPR ini menilai, di era demokrasi seperti sekarang, yang diperlukan untuk memperoleh suara terbanyak dalam pemilu bukanlah pergi ke dukun politik, melainkan berdialog dengan masyarakat. "Era demokrasi langsung dan demokrasi deliberatif yang mengharuskan para kandidat jabatan-jabatan politik sebagai calon pemimpin melakukan dialog-dialog, konsultasi publik," ujarnya.Karena itu, ia tidak habis pikir jika zaman seperti sekarang masih ada yang percaya dengan dukun politik. Apalagi, kata dia, orang-orang itu adalah para calon wakil rakyat."Bayangkan mereka diharuskan melakukan konsultasi dengan rakyat, tetapi justru berkonsultasi dengan dukun," terang Hajriyanto.
Hajriyanto: Caleg harusnya konsultasi dengan rakyat, bukan dukun
"Ini fenomena yang sangat ironis. Sangat memprihatinkan," ujarnya.
Advertisement
Rekomendasi