Hary Tanoe nilai Indonesia berpotensi jadi negara super power

'Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang paling besar di dunia. Pertambangan kita salah satu yang terbesar.'

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Hary Tanoe nilai Indonesia berpotensi jadi negara super power
Hary Tanoesoedibjo. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Ketua Umum DPP Ormas Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT) menilai, Indonesia berpotensi menjadi negara super power. Bahkan sangat mungkin menjadi negara terbesar kelima di dunia. Analisanya?Menurut Bos MNC Grup itu, sebagai negara berkembang, Indonesia memilik populasi penduduk terbesar keempat se-dunia, dan ketiga di Asia. Selain populasi yang besar, kata HT, usia produktif masyarakat Indonesia, 50 persen berusia di bawah 30 tahun."Dan yang ketiga, Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang paling besar di dunia. Pertambangan kita salah satu yang terbesar. Kita memiliki kepulauan yang besar, kelautan yang luas dari negara-negara lain," kata HT dalam pidatonya saat melantik pengurus DPD-DPD Perindo se-Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (31/8).Selain kepulauan dan kelautan yang sangat luas, lanjut dia, di sektor pertanian kita juga mumpuni. "Kita memiliki dua musim. Dan jika cara bertani kita benar, kita bisa menikmati masa panen tiga kali dalam setahun, yang tak bias dilakukan oleh negara-negara lain."HT juga mengungkap, jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia juga mencapai 50 persen, yang artinya, menunjukkan Indonesia sangat makmur. "Ekonomi di Indonesia ini sangat mandiri. Meskipun ada beberapa ketergantungan terhadap negara-negara asing, tapi kita punya banyak potensi untuk menjadi negara mandiri. Potensi untuk menjadi negara super power sangat besar. Spirit, visi dan misi demokrasi kita sangat luar bisa," katanya.Kekuatan SDA Indonesia juga bisa dilihat, tiap hari, kata HT, Indonesia mampu mengimpor 15 ribu barrel minyak. Bahkan, mencapai 1,8 milyar US Dolar, untuk nett impor minyak perbulannya."Namun sayang, melihat potensi yang cukup besar ini, setelah 15 tahun reformasi, kita gagal. Kita semua tahu, kita banyak masalah. Spirit Reformasi 98, bisa dikatakan tidak tercapai, demokrasi tidak terwujud, korupsi di mana-mana, di saat migas berlimpah, dikuras untuk ekspor. Divisa berkurang karena nett impor, itu yang menyebabkan negara kita mengalami disvisit. Nulai tukar rupiah melemah karena ketergantungan produksi impor," keluh dia menganalisa perekonomian Indonesia.Selain itu, jumlah pengusaha yang ada di Indonesia (pengusaha lokal) hanya hanya mencapai di bawah 2 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Mestinya, menurut HT, jumlahnya lebih dari 2 persen. Sebab, Indonesia memiliki banyak tenaga ahli di bidangnya.Dan di sinilah peran Perindo sebagai wadah aspirasi masyarakat, menurut dia, Perindo hadir untuk melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat lemah, terhadap kaum petani, nelayan, buruh dan masyarakat kelas bawah yang termarjinalkan, agar mandiri."Kita akan terus melakukan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat untuk bisa berdaya dan mandiri di sektor ekonomi, kita juga mendirikan koprasi masyarakat. Di sisi lain, kita juga perlu berjuang di sektor politik."Kenapa harus berada di jalur politik? HT menjelaskan, politik adalah satu sikap. Untuk menentukan sebuah keputusan agar Indonesia tidak berada dalam kondisi terpuruk, perlu adanya kerja-kerja politik."Masyarakat miskin di negara kita ini, mencapai sekitar 80 persen, bagaimana untuk bisa mengatasi masalah ini, kebijakan selalu berada di jalur politik. Untuk menjadi anggota dewan, harus melalui proses politik."Menjadi pemimpin, lanjutnya, juga harus lewat proses politik. "Politik adalah satu sikap. Tentu harus ada juga yang ingin ambil bagian dalam bentuk lain, seperti aktif dalam kegiatan sosial, itulah kenapa dibentuk Perindo. Wadah yang mengambil bagian untuk bergerak di jalur sosial maupun sosiopolitik. Dan saya memilih jalur politik, maju sebagai wakil presiden dengan Pak Wiranto, agar mampu mengatasi krisi di negeri ini," tegas dia di akhir pidato.

Rekomendasi