Hingga kini Komite Konvensi Capres Demokrat belum juga buka-bukaan soal dana yang digunakan untuk menjaring capres di Pemilu 2014. Begitu juga para calon peserta konvensi, masih belum mau bicara soal dana keikutsertaan dalam konvensi.Calon peserta konvensi, Hayono Isman mengaku belum mampu menganggarkan biaya untuk pagelaran inisiatif Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Dia masih menunggu mekanisme konvensi terlebih dahulu sebelum menentukan anggaran konvensi.Begitu juga dengan tim sukses yang akan digunakan Hayono demi memenangkan konvensi. Ia masih belum mau buka-bukaan dan menunggu program komite terlebih dahulu."Menunggu program komite, kan saya harus menyesuaikan program komite, hingga tahu persis bagaimana, timses menyesuaikan dengan program komite sekaligus dengan pendanaan yang diperlukan," jelas Hayono di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (28/8).Khusus untuk dana operasional konvensi, Hayono mengatakan, dalam pagelaran konvensi terdapat dua anggaran. Yakni, anggaran yang disediakan komite dan anggaran pribadi untuk membayar tim pemenangan."Ada yang dipikul oleh komite, ada yang dipikul pribadi, kalau yang komite pesertanya, termasuk saya itu dibayar oleh komite, tapi timnya dibayar oleh peserta," terang dia.Karena itu, dia mengaku belum mulai hitung-hitungan soal dana yang digunakan tersebut. Namun yang jelas, lanjut dia, dana konvensi akan jauh lebih mahal ketimbang biaya yang dikeluarkan untuk nyaleg."Pastinya berbeda, pencalegan hanya di Jakarta Timur, inikan (konvensi) seluruh di Indonesia. Pasti (lebih besar konvensi) tapi daripada saya menebak saya harus lihat programnya (kerja komite) dahulu," jelas dia.Terkait dengan pembentukan tim sukses, anggota Komisi I DPR ini mengaku tak mengambil kader internal dari Demokrat. Dia lebih memilih untuk merekrut orang-orang profesional untuk membantu dirinya menjadi pemenang di konvensi."Jadi saya, membuat tim sukses itu, tidak menghadirkan internal di eksekutifnya ya (konvensi). Saya lebih suka menempatkan para tokoh di dewan pembina di penasihat tim saya, jadi eksekutifnya itu orang-orang profesional, sehingga bisa lebih mampu bergerak bebas, apakah ke publik atau ke partai, jadi lebih elegan gitu," ujarnya.
Hayono perkirakan biaya ikut konvensi lebih mahal dari nyaleg
Terkait dengan pembentukan tim sukses, anggota Komisi I DPR ini mengaku tak mengambil kader internal dari Demokrat.
Rekomendasi