Marzuki bantah Hayono soal konvensi Demokrat dilakukan terpaksa

Konvensi Demokrat diselenggarakan untuk memberi ruang demokrasi bagi kader untuk nyapres di 2014.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Marzuki bantah Hayono soal konvensi Demokrat dilakukan terpaksa
Marzuki bantah Hayono soal konvensi Demokrat dilakukan terpaksa

Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie membantah jika konvensi Partai Demokrat dilakukan karena terpaksa. Menurut dia, konvensi diselenggarakan untuk memberikan ruang demokrasi bagi kader yang siap mencalonkan diri sebagai presiden di Pemilu 2014."Saya kurang sependapat (konvensi karena terpaksa), konvensi ini justru memberi ruang demokrasi bagi kader untuk menunjukkan kesiapannya ke publik bahwa Partai Demokrat punya capres yang bisa diandalkan," jelas Marzuki dalam pesan singkat, Jumat (2/8).Marzuki menyatakan bahwa selama ini kader internal selalu sungkan dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sehingga tidak berani untuk mengkampanyekan diri untuk maju sebagai capres. Padahal, kata dia, SBY selalu mendorong kadernya untuk melakukan kampanye."Selama ini, kader bersifat pasif, ewuh pakewuh, karena semuanya menunggu titah SBY sebagai icon Partai Demokrat selama ini. Beberapa kali SBY meminta kader untuk berkampanye, tapi tidak diresponse oleh kader. Makanya ruang ini dibuka agar kader tidakk ragu-ragu untuk menyatakan kesiapannya menjadi presiden," tegas dia.Marzuki menilai, kader muda bukan ukuran untuk siap menjadi presiden dan akan diusung oleh Demokrat. "Akan tetapi muda dengan track record yang membuktikan kapasitas, kompetensi, karakter, integritas yang kita usung sebagai capres," imbuhnya.Jika konvensi dilakukan karena terpaksa, kata dia, pagelaran inisiasi SBY ini tentu dilaksanakan tanpa ada rencana terlebih dahulu. "Suatu keterpaksaan artinya dilaksanakan tanpa rencana. Semua sadar di Partai Demokrat cukup banyak kader, tapi apakah kader ini bisa diterima masyarakat, maka konvensi ini ujiannya," pungkasnya.Diberitakan sebelumnya, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman menyatakan bahwa partainya terpaksa melakukan konvensi karena kehilangan sosok Anas Urbaningrum yang semula diproyeksikan sebagai capres. Maka dari itu, lanjut Hayono, dia pun juga terpaksa untuk ikut konvensi agar muncul kader internal yang akan diusung sebagai capres."Sebetulnya awalnya, di Demokrat memang berharap (capres) muda, Anas Urbaningrum jadi capres termuda. Tapi semua berubah," jelas Hayono di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (1/8).Dia pun mengakui, kala itu dirinya sama sekali tidak ingin menjadi capres dan hanya fokus kepada Anas Urbaningrum untuk diusung sebagai capres. Karena kasus Nazaruddin ini, yang menguatkan niat Hayono untuk ikut konvensi mengisi kekosongan capres internal Demokrat."Waktu itu saya tidak punya keinginan jadi capres, karena fokus ke Anas, dengan kasus Nazar itu semua berubah, harus ada partai Demokrat yang tampil untuk gantikan posisi Anas Urbaningrum sebagai capres," imbuhnya.Anggota Komisi I DPR ini mengakui bahwa konvensi dilakukan juga salah satunya akibat kasus nazaruddin. "Ini kondisi yang memang memaklumi, harus diadakan konvensi ini, akibat kasus Nazaruddin," tegas dia.

Rekomendasi