Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman bercerita tentang keluh kesah yang akhirnya memutuskan untuk ikut konvensi capres Demokrat. Dia mengaku, awalnya sama sekali tidak punya niat untuk mencalonkan diri sebagai presiden dari Demokrat.Hayono mengatakan, pada awalnya, Demokrat sudah memiliki niatan untuk mengusung capres dari kalangan muda yakni mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Namun seiring berjalannya waktu, Anas terlibat dalam kasus korupsi yang melibatkan Muhammad Nazaruddin."Sebetulnya, awalnya di Demokrat memang berharap (capres) muda, Anas Urbaningrum jadi capres termuda. Tapi semua berubah," jelas Hayono di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (1/8).Dia pun mengakui, kala itu dia sama sekali tidak ingin menjadi capres dan hanya fokus kepada Anas Urbaningrum untuk diusung sebagai capres. Karena kasus Nazaruddin ini, yang menguatkan niat Hayono untuk ikut konvensi mengisi kekosongan capres internal Demokrat."Waktu itu saya tidak punya keinginan jadi capres, karena fokus ke Anas, dengan kasus Nazar itu semua berubah, harus ada partai Demokrat yang tampil untuk gantikan posisi Anas Urbaningrum sebagai capres," ujarnya.Anggota Komisi I DPR ini mengakui bahwa konvensi dilakukan juga salah satunya akibat kasus Nazaruddin. "Ini kondisi yang memang memaklumi, harus diadakan konvensi ini, akibat kasus Nazaruddin," tegas dia.
Hayono Isman ikut konvensi karena harapan mencalonkan Anas pupus
Awalnya Demokrat berharap Anas Urbaningrum jadi capres termuda. Tapi semua berubah sebab dia terlibat kasus Nazaruddin.
Rekomendasi