Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappillu) Partai Hanura Ahmad Rofiq mengakui bahwa deklarasi Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo sebagai capres dan cawapres di Pemilu 2014 langgar aturan partai. Namun dia beranggapan, hal itu menunjukkan bahwa Hanura percaya diri."Deklarasi kemarin memang melawan pakem politik yang ada. Tapi justru itu menunjukkan suatu sikap politik Hanura dengan kepercayaan diri," kata Rofiq saat dihubungi, Rabu (3/7).Dia pun beralasan, bahwa deklarasi Wiranto dan Hary Tanoe dilakukan terlalu cepat karena ingin masyarakat mengenal lebih dekat para capres dan cawapresnya."Selain itu karena ingin memberi kesempatan luas untuk masyarakat mengenal sosok keduanya supaya masyarakat pemilih mendapatkan banyak pengetahuan tentang capres dan cawapres dari Hanura," imbuhnya.Rofiq tak mempersoalkan jika nanti pasangan Wiranto dan Hary Tanoe kalah. Dia hanya menginginkan budaya demokrasi yang bersih dengan mendeklarasikan pasangan capres dan cawapres lebih awal."Bukan sekadar menang atau kalah, kita ingin memberikan kultur demokrasi yang bersih, kita ingin memberikan waktu pada masyarakat untuk mengenal capresnya," terangnya.Dia juga membantah bahwa pemilihan Hary Tanoe sebagai pendamping Wiranto sebagai bentuk janji Hanura sebelum Hary bergabung dengan partainya itu. "Pak HT itu punya komitmen kuat soal cawapres, bukan iming-iming, dan deklarasi ini bukan politik transaksional," ujarnya.
Hanura akui deklarasi Wiranto-Hari Tanoe langgar aturan
"Tapi justru itu menunjukkan suatu sikap politik Hanura dengan kepercayaan diri," kata Rofiq.
Advertisement
Rekomendasi