Tolak BBM naik, PKS siap kehilangan tiga menteri di kabinet

Anggota Majelis Syuro PKS Idris Luthfi mengatakan, akan didepaknya Mentan dari kabinet merupakan isu lama.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Tolak BBM naik, PKS siap kehilangan tiga menteri di kabinet
PKS dukung BBM naik. ©2013 Merdeka.com

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sejak lama sudah mengendus bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal mendepak salah seorang menterinya dari kabinet. Apalagi, makin santer terdengar bahwa Menteri Pertanian Suswono akan segera di reshuffle.Anggota Majelis Syuro PKS Idris Luthfi mengatakan, akan didepaknya Mentan dari kabinet merupakan isu lama. Namun, kata dia, SBY selalu tarik ulur dalam menyikapi kebijakan itu."Sudah saya prediksikan kok, itu kan isu lama itu sebenarnya. SBY aja yang tarik-ulur melulu. Kalau memang kita akan di-reshuffle gara-gara nolak BBM naik ya itu risiko kita. Udah kita prediksikan lah," jelas Idris saat dihubungi, Senin (24/6).Menurutnya, meskipun presiden harus mengganti dan mengeluarkan seluruh menteri dari PKS di kabinet, hal itu bukan masalah bagi PKS. Sebab, lanjut dia, selama ini PKS bekerja untuk membela rakyat."Kita kan konsisten membela rakyat, jadi enggak masalah kalau di-reshuffle. Mau tiga-tiganya di-reshuffle enggak masalah," tutur dia.Dia menambahkan, terkait dengan kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan pemerintah, dampaknya sudah sangat terlihat, rakyat miskin semakin menderita."Kita ini kan membela rakyat. Coba lihat itu harga BBM naik, siapa yang sengsara? Rakyat kan? Akibatnya apa? Sekarang gara-gara harga BBM naik, jadi berantakan itu, pajak-pajak diturunin. Ini kan enggak bener," tandasnya.

Rekomendasi