Sejak terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) meraih tingkat elektabilitas yang cukup tinggi. Dari semua calon presiden, hanya Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mampu menyainginya.Tingginya elektabilitas yang dimiliki Jokowi membuat sejumlah partai politik (parpol) ingin mengusungnya sebagai calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang. Tidak tanggung-tanggung, ada tiga parpol yang kini sedang mendekatinya.Hal itu terungkap dalam pengakuan Jokowi seperti yang dimuat Majalah The Economist edisi 8-14 Juni 2013. Ada tiga parpol berniat mengusungnya jadi capres, dua parpol lain ingin menjadikannya calon wakil presiden."Ia telah mengaku kepada teman-temannya, bahwa ada tiga partai politik mendekatinya dan meminta agar mau menjadi calon presiden, dua partai lain meminta untuk jadi calon wakil presiden," seperti ditulis Majalah The Economist edisi 8-14 Juni 2013.Meski mendapat angin segar, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti memperingati Jokowi agar menahan diri. Sebagai elite politik, dia menyarankan mantan wali kota Solo ini untuk tidak langsung menerima pinangan-pinangan tersebut."Elite politik ini jangan rakus kekuasaan, Jokowi tidak mau tapi di dorong-dorong supaya haus kekuasaan," ujar Ray saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (14/6).Dia menilai, tingginya elektabilitas Jokowi di berbagai lembaga survei menempatkan dirinya sebagai orang terpopuler di masyarakat. Namun, jika termakan dengan buaian itu, bukan tidak mungkin stigma negatif akan menempel pada dirinya."Kalau Jokowi melakukan itu akan seperti rakus kekuasaan. Setelah Solo, DKI, masuk jadi capres. Jadi mau cari apa?" lanjut Ray.Sebagai gubernur, imbuh Ray, selama masa kampanye Jokowi terus mengungkapkan janji-janji manis kepada warga DKI. Sampai sekarang semua program masih dalam tahap rencana, sehingga Jokowi wajib menyelesaikan janjinya lebih dulu sebelum menempati posisi lainnya.Tak hanya itu, naiknya elektabilitas Jokowi memang sangat menguntungkan, termasuk bagi partai mana pun yang mengusungnya. Jika memilih menerima pinangan dari tiga parpol itu, bukan tidak mungkin elektabilitasnya mengalami penurunan."Elektabilitas bisa naik menjadi pintu mudah untuk menempati naik lagi, tapi masyarakat akan mengatakan orang ini haus kekuasaan. Kalau naik lagi, elektabilitas bisa turun, naiknya elektabilitas kan karena dia belum diganggu orang," pungkasnya.
Baca juga:
'Jokowi dianggap pejabat paling jujur dan bersahaja'
Politikus PKS: Jokowi layak kami usung jadi capres
Siapa 3 parpol disebut Jokowi menggodanya buat nyapres?
Aneka skenario PDI Perjuangan capreskan Jokowi
Akankah Mega beri restu Jokowi nyapres?