Sejak ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap sarana olahraga Hambalang di Bogor, Jawa Barat, Anas Urbaningrum beberapa kali menunjukkan isyarat perlawanan terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan lawan-lawan politiknya.
Misalnya, beberapa kali anas terlihat berceloteh di akun situs jejaring sosial, twitter miliknya, @anasurbaningrum. Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto melihat itu sebagai sesuatu yang wajar.
"Ya memang semenjak mundur dari Ketua Umum Anas mulai menunjukkan perang "urat saraf". Itu hal yang sangat lumrah karena kan itu perceraian Anas dan SBY. Tadinya protagonis sekarang jadi antagonis," kata Gun gun kepada Merdeka.com (14/4).
Walaupun Anas sangat aktif melontarkan kata-kata lewat jejaring sosial, Gun Gun menilai beberapa kicauan Anas di twitter tidak to the point.
" Tweet Anas tidak to the point. Salah satunya juga tweet Anas saat SBY mau ke Jerman ada bahasa yang implisit,"ujarnya.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi pemberantasan Korupsi (KPK), kicauan mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu, tidak hanya aktif di jejaring sosial media twitter saja, namun juga di Blackberry Messenger (BBM). Anas kerap membuat sindiran terhadap lawan politiknya lewat tokoh-tokoh di kisah Mahabarata.
Status Anas yang paling menjadi perhatian adalah "Politik Para Sengkuni" di BBM-nya. Sengkuni sendiri adalah salah satu tokoh Mahabarata yang memiliki karakter jahat, licik, suka menipu, dan menghasut.