Kasus pembangunan kompleks olahraga Hambalang kembali menarik perhatian dengan sudut yang berbeda, kali ini mengacu pada rekomendasi yang dilakukan Badan Akuntabilitas Keuangan Nasional (BAKN). Salah satu rekomendasi BAKN yaitu, meminta kepada DPR untuk melakukan interpelasi terhadap pemerintah.Selain itu, wacana pembentukan Panitia Khusus Hambalang pun kembali digulirkan, namun apakah hal ini hanya sebuah wacana belaka untuk sekadar menghamburkan APBN atau benar-benar ingin menuntaskan kasus yang merugikan negara hingga Rp 243 miliar itu?Menurut Ketua Komisi X Agus Hermanto, Kasus Hambalang tidak perlu dibuat Panitia khusus (Pansus), dia lebih mengedepankan pada fungsi Panitia Kerja (Panja) Hambalang yang sampai saat ini dirasa belum efektif.Selain itu, dia menilai wacana pembentukan Pansus hanya sebagai ajang pencitraan anggota legislatif."Pansus dan Panja sama saja, bedanya hanya Pansus akan banyak menjadi sorotan (media) dan lebih banyak di panggung, sehingga menjadi ajang promosi," ujar Agus di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/11).Politisi asal Demokrat ini juga bersikeras untuk mengoptimalkan kerja Panja dibandingkan harus melakukan interpelasi kepada pemerintah."Panja aja belum bekerja maksimum, belum selesai kok sudah interpelasi. Kalau ada interpelasi ada pencitraan dan semuanya ini buntutnya pasti gunakan uang rakyat," tegasnya.Dia beranggapan tidak etis apabila ingin mengungkap sebuah kasus namun dengan menghamburkan APBN. Apalagi dibumbui dengan tujuan pencitraan."Saya yakin bahwa rakyat tidak akan bisa menerima persoalan ini. Menurut kami dilakukan dulu di panja, panja dan pansus hasilnya pasti sama," tuturnya.Meski begitu, Agus enggan memberikan kepastian secara konkret terkait langkah ke depan yang akan diambil panja Hambalang. Dia lebih memilih untuk melempar tanggung jawab ini kepada fraksi yang tergabung dalam panja."Putusan panja berdasarkan keputusan fraksi. Apakah tindak lanjut dan seperti apa dilakukan, tergantung dari pada usulan fraksi masing-masing, yang jelas Kita akan melaksanakan rapat internal hari rabu," tandasnya.
Politikus Demokrat lebih suka Panja ketimbang Pansus Hambalang
"Panja aja belum bekerja maksimum, belum selesai kok sudah interpelasi," kata Ketua Komisi X DPR Agus Hermanto.
Rekomendasi