Presiden Prabowo Shalat Id di Aceh Tamiang, Ketua DPD: Wujud Kehadiran Negara Saat Sulit

Presiden Prabowo Subianto menunaikan shalat Idul Fitri di Aceh Tamiang bersama korban banjir, momen ini diapresiasi Ketua DPD sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Presiden Prabowo Shalat Id di Aceh Tamiang, Ketua DPD: Wujud Kehadiran Negara Saat Sulit
Presiden Prabowo Subianto menunaikan shalat Idul Fitri di Aceh Tamiang bersama korban banjir, momen ini diapresiasi Ketua DPD sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat. (AntaraNews)

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunaikan ibadah shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Darussalam, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada hari Sabtu. Kehadiran Presiden Prabowo di tengah masyarakat korban banjir bandang ini menjadi sorotan penting. Momen tersebut memberikan pesan kuat mengenai empati dan kehadiran negara di masa-masa sulit yang dialami warga Aceh Tamiang.

Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, menyampaikan apresiasinya atas tindakan Presiden Prabowo tersebut. Menurut Sultan, kehadiran langsung kepala negara menunjukkan komitmen pemerintah. Hal ini menegaskan bahwa negara berkomitmen untuk menghadirkan harapan serta berbagi kebahagiaan dan kesedihan dengan masyarakat yang terdampak bencana.

Peristiwa banjir bandang yang melanda Sumatera pada Desember tahun lalu telah menimbulkan banyak korban dan kerugian. Oleh karena itu, kehadiran Presiden Prabowo di lokasi bencana saat Hari Raya Idul Fitri dianggap sebagai peristiwa langka dan bersejarah dalam kepemimpinan nasional.

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto untuk shalat Idul Fitri bersama korban banjir di Aceh Tamiang memiliki makna mendalam. Ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan simbol empati dan kepedulian tinggi dari pemimpin negara. Momen ini menegaskan bahwa pemerintah tidak meninggalkan warganya yang sedang berduka dan menghadapi tantangan berat pasca-bencana.

Ketua DPD RI Sultan B Najamudin secara khusus mengapresiasi langkah Presiden Prabowo. Ia menyebut bahwa ini adalah kali pertama dalam sejarah seorang Presiden RI bersedia hadir untuk shalat Idul Fitri bersama korban bencana di daerah. Tindakan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat dan harapan bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk bangkit kembali.

Sultan Najamudin juga menekankan bahwa kehadiran Presiden Prabowo memastikan komitmen negara. Pemerintah yang dipimpinnya berkomitmen menghadirkan harapan, berbagi kebahagiaan, serta turut merasakan kesedihan masyarakat yang menjadi korban banjir pada Hari Raya Idulfitri. Pesan ini sangat penting untuk memberikan ketenangan dan kepercayaan kepada warga terdampak.

Banjir bandang yang melanda Sumatera pada Desember tahun lalu meninggalkan duka mendalam dan kerugian besar bagi banyak masyarakat. Banyak warga kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan anggota keluarga. Oleh karena itu, upaya pemulihan pasca-bencana menjadi prioritas utama bagi pemerintah.

Sultan B Najamudin menyampaikan terima kasih atas konsistensi pemerintah dalam memulihkan daerah terdampak. Ia melihat bahwa upaya rekonstruksi infrastruktur terus diupayakan oleh pemerintah pusat. Dukungan tambahan anggaran juga diberikan kepada pemerintah daerah yang terdampak bencana untuk mempercepat proses pemulihan.

Langkah-langkah konkret ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membantu korban bencana. Dengan adanya dukungan penuh dari pusat, diharapkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lancar. Hal ini penting agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas normal dan membangun kembali kehidupan mereka.

Presiden Ke-8 RI, Prabowo Subianto, tiba di Masjid Darussalam sekitar pukul 07.20 WIB. Beliau mengenakan baju koko putih, celana hitam, dan peci hitam, menunjukkan kesederhanaan dalam penampilannya. Momen shalat Idul Fitri bersama warga ini disiarkan langsung oleh Sekretariat Presiden, memungkinkan masyarakat luas menyaksikan langsung kepedulian Presiden.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi