Presiden Prabowo Minta Penanganan Kasus Affan Cepat dan Transparan, Ini Trivia Rantis Brimob yang Terlibat!
Presiden Prabowo Subianto mendesak pemeriksaan cepat dan transparan terkait penanganan kasus Affan, pengemudi ojol yang tewas dilindas rantis Brimob. Publik diminta mengawal!
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara tegas meminta agar proses pemeriksaan terhadap petugas yang diduga terlibat dalam insiden meninggalnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan dilakukan secara cepat dan transparan. Permintaan ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu (31/8).
Insiden tragis yang menewaskan Affan Kurniawan terjadi pada Kamis (28/8) malam. Kejadian ini disinyalir akibat tindakan aparat yang berlebihan saat membubarkan aksi unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen, Jakarta, yang berujung pada kericuhan dan insiden rantis Brimob melindas korban.
Prabowo menekankan pentingnya akuntabilitas dalam penanganan kasus ini, memastikan bahwa publik dapat mengikuti setiap tahapan penyelidikan. Komitmen pemerintah dalam menjaga demokrasi dan menghormati kebebasan berpendapat masyarakat menjadi landasan utama dalam penanganan kasus yang menarik perhatian luas ini.
Komitmen Presiden Terhadap Akuntabilitas Aparat
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keterkejutannya dan kekecewaannya atas insiden yang menimpa Affan Kurniawan. Beliau menegaskan bahwa negara menghormati kebebasan berpendapat masyarakat dan senantiasa terbuka terhadap aspirasi murni yang disampaikan, sebuah komitmen yang menjadi pilar dalam menjaga demokrasi di Indonesia.
Sebagai bentuk keseriusan, Presiden telah memerintahkan jajaran penegak hukum untuk mengusut tuntas dan transparan insiden tersebut. Setiap petugas yang terbukti terlibat dalam pelanggaran atau tindakan di luar ketentuan akan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku, bahkan dengan sanksi terberat.
Langkah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan tidak ada impunitas bagi aparat yang menyalahgunakan wewenang. Transparansi dalam proses hukum diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Kronologi Insiden dan Langkah Penyelidikan
Insiden nahas yang melibatkan rantis Brimob dan mengakibatkan tewasnya pengemudi ojol Affan Kurniawan terjadi pada Kamis (28/8) malam. Kejadian ini berlangsung setelah berbagai elemen masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen, Jakarta, dipukul mundur oleh pihak kepolisian.
Kericuhan meluas hingga ke berbagai wilayah di sekitaran kompleks parlemen, termasuk Palmerah, Senayan, dan Pejompongan. Diduga kuat, peristiwa rantis Brimob melindas Affan Kurniawan terjadi di wilayah Pejompongan, di tengah situasi yang tidak kondusif.
Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Irjen Pol. Abdul Karim, mengonfirmasi bahwa sebanyak tujuh anggota Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Metro Jaya sedang dalam pemeriksaan terkait insiden ini. Ketujuh anggota tersebut, yang diidentifikasi dengan inisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J, berada di dalam mobil rantis yang terlibat saat kerusuhan terjadi. Pemeriksaan ini menjadi kunci untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik tragedi tersebut.
Sumber: AntaraNews