Prabowo Legowo Jadi Anak Buah Joko Widodo

Senin, 21 Oktober 2019 18:40 Reporter : Wisnoe Moerti
Prabowo Legowo Jadi Anak Buah Joko Widodo Prabowo seusai bertemu Jokowi. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Kaki Partai Gerindra akhirnya masuk ke dalam lingkaran kekuasaan. Tidak tanggung-tanggung, dua orang perwakilan partai berlambang burung Garuda itu hampir pasti berada di dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Duo Prabowo ada di kabinet. Sang Ketua Umum Prabowo Subianto yang disebut-sebut bakal duduk di kursi Menteri Pertahanan dan Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo yang digadang-gadang mengurus sektor pertanian.

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai memenuhi undangan dari Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Senin (21/10). Prabowo legowo menjadi anak buah Presiden Joko Widodo yang notabene rivalnya di dua kali pertarungan pemilihan presiden yakni 2014 dan 2019.

Dua kali pertarungan Pilpres berujung keputusan Prabowo menerima pinangan Jokowi untuk masuk dalam lingkaran di kabinet 5 tahun ke depan. Prabowo diminta Jokowi menjadi menteri di bidang pertahanan.

"Saya diminta membantu beliau di bidang pertahanan," kata Prabowo.

Dalam pertemuan dengan Jokowi, Prabowo mengaku diberi pengarahan oleh Jokowi terkait tugas-tugas menteri. Dia berjanji akan bekerja sesuai target dan harapan dari Jokowi.

"Tadi beliau pengarahan dan saya akan bekerja sekeras mungkin untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan," jelasnya.

Perubahan sikap politik Prabowo sudah terlihat lama. Setelah upaya hukum gugatan hasil Pemilihan Presiden 2019 kandas di meja hakim Mahkamah Konstitusi. Prabowo sudah legowo. Sikap legowo itu secara tersirat disampaikan Prabowo beberapa kali. Seperti terlihat dalam momen-momen berikut:

1 dari 6 halaman

Hadir di Pelantikan Jokowi

Prabowo Subianto menghadiri acara pelantikan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024. Acara pelantikan itu dilakukan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10). Prabowo hadir sekitar 12.50 WIB menggunakan mobil berwarna putih. Prabowo semobil dengan Sandiaga Uno. Saat pelantikan, beberapa kali prabowo berdiri dan memberi hormat. Sikap itu diapresiasi Jokowi dengan menyebut nama Prabowo dalam pidato politiknya saat pelantikan.

2 dari 6 halaman

Yakinkan Kader Dukung Jokowi

Sikap legowo Prabowo Subianto juga ditunjukkan dengan caranya meyakinkan kader Gerindra yang menolak bergabung dengan lingkaran Presiden Jokowi. Prabowo menceritakan tiga kisah pemimpin dunia dari tiga negara yang berbeda. Kisah itu memiliki satu pesan bahwa dua tokoh besar yang bersaing dapat bersatu karena kesamaan visi untuk membangun negara.

Pertama, kisah Abraham Lincoln dan William Seward. Seward yang tidak menyukai Lincoln sampai mengatainya monyet, bisa diterima Lincoln untuk menjadi bagian dari kabinet. Bahkan Lincoln memberikan jabatan orang ketiga terkuat di Amerika. Sandiaga mengatakan jawaban Lincoln membuka mata pendukungnya dan Seward.

Kedua, cerita dari Jepang antara Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyasu. Kedua panglima perang itu akhirnya bertemu dan bersatu karena kecintaan terhadap negara dan menghindari keterbelahan.

Ketiga, kisah pendiri Republik Rakyat Tiongkok Mao Zedong dengan Deng Xao Ping. Kisah pertikaian kedua tokoh di masa lalu tidak dihiraukan untuk melihat masa depan.

Kisah itu menyimpulkan pemikiran Prabowo agar mengedepankan cinta bangsa dan NKRI. Serta melihat ke depan dan menghindari perpecahan. Hal tersebut disampaikan kepada kader Gerindra dalam Rapimnas.

3 dari 6 halaman

Makin Mesra dan Demi Merah Putih

Tiga kali Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto bertemu setelah gelaran Pilpres selesai. Mulai dari di MRT hingga di Istana Negara. Prabowo menunjukkan sikap legowo untuk membantu jika dibutuhkan oleh Jokowi. Prabowo mengutamakan kepentingan lebih besar untuk negara.

"Kita bertarung secara politik, selesai kita harus bersatu. Apabila diperlukan (dalam kabinet) kami siap. Itu sudah disampaikan juga saat pertemuan di MRT. Kalau diperlukan (dalam kabinet) kami tentu siap," kata Prabowo didampingi Jokowi usai pertemuan di Istana Negara, Jumat (11/10).

Prabowo melanjutkan, hubungannya dengan Jokowi terjaga baik meski pernah dua kali bertarung di Pilpres. Bahkan Prabowo berkelakar kalau hubungan mereka kian mesra.

"Tetap kita merah putih di atas segala hal, kita akan berperan. Saya kira demikian. Hubungan saya baik, bisa dikatakan mesra gitu Pak ya?" kata Prabowo.

Kemudian Prabowo melanjutkan ucapannya, "Ha ha ha, banyak yang enggak suka ya?" tuturnya sambil tertawa.

Lagi-lagi Jokowi menjawab, "Sangat mesra, he he he."

4 dari 6 halaman

Bantu Jokowi

Prabowo berulang kali mengutarakan kesiapannya membantu pemerintahan Jokowi dan Ma'ruf Amin. Gerindra siap jika dibutuhkan. Jika di luar pemerintah, Gerindra juga siap membantu.

Tidak hanya itu, saat konflik Papua mencuat ke permukaan, Prabowo Subianto pun menitip pesan pada elite politik dan masyarakat. Dia minta semua elite politik bersatu membantu Presiden Joko Widodo agar Papua lebih baik.

"Semua kekuatan politik harus saling tolong menolong, bersatu, lupakan perbedaan sikap politik bantu Presiden Joko Widodo untuk meyakinkan rakyat Papua bahwa Papua bisa lebih baik di masa yang akan datang dalam bingkai NKRI," kata Prabowo.

5 dari 6 halaman

Hadir Kongres PDIP

Sikap legowo Prabowo Subianto ditunjukkan saat memenuhi undangan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Kongres V partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Dalam kongres itu, berulang kali Mega dan Jokowi melempar guyonan politik pada Prabowo.

Setelah acara selesai, Prabowo melihat Megawati bersama Prananda Prabowo dan Puan Maharani berada di lobby. Kemudian dia turun dan berpamitan. Tak lama berselang, Puan Maharani langsung mengeluarkan telepon genggamnya dan melakukan swafoto. Usai melakukan swafoto, Prabowo sempat membalas candaan Megawati di dalam pidato kongres tadi.

6 dari 6 halaman

Kalah Pilpres

Sikap legowo Prabowo juga ditampilkan saat Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh dalil permohonan sengketa hasil Pilpres 2019. Prabowo meyakini, ada cara lain untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dan negara.

Dia tetap berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia adil makmur. Oleh karena itu, mantan Danjen Kopassus itu meminta pendukungnya tetap tenang dan tak berkecil hati.

"Saya minta seluruh pendukung mari tidak berkecil hati, tetap tegar tetap tenang, kita penuh dengan cita-cita mulia, tapi selalu dalam kerangka damai, anti kekerasan dan setia pada konstitusi yaitu UUD 1945," kata Prabowo di Kertanegara, Jakarta, Jumat (27/6). [noe]

Baca juga:
Gerindra Disebut Dapat 2 Kursi Menteri, NasDem Nilai Masih dalam Batas Toleransi
Senyum Prabowo Seusai Bertemu Jokowi di Istana
Safari Politik Prabowo Berbuah Kursi Menteri dari Jokowi
Prabowo soal Menteri dari Gerindra: Yang Dipanggil Dua
Prabowo: Saya Diminta Membantu Jokowi di Bidang Pertahanan

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini