Bawaslu Kota Serang, Banten, baru-baru ini menyelenggarakan simulasi klarifikasi dan pengisian berita acara pelanggaran pemilu. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kemampuan jajaran pengawas dalam menghadapi dinamika pemilu. Inisiatif ini merupakan bagian dari forum "Selasa Inspiratif, Kajian Analisis Pengawasan (SIKAP)".
Simulasi yang digelar di Serang ini dirancang khusus untuk melatih penerapan norma klarifikasi sesuai Peraturan Bawaslu Nomor 7 Tahun 2022. Seluruh komisioner dan sekretariat Bawaslu Kota Serang turut serta aktif. Mereka berperan sebagai pelapor, saksi, terlapor, hingga klarifikator untuk mendapatkan pengalaman menyeluruh.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Datin Bawaslu Kota Serang, Fierly Murdlyat Mabrurri, menjelaskan bahwa klarifikasi berfungsi mencari perbuatan materiil pelanggaran. Selain itu, proses ini juga memeriksa keterpenuhan unsur pelanggaran yang mungkin terjadi selama tahapan pemilu. Peningkatan kapasitas Bawaslu Kota Serang menjadi fokus utama.
Advertisement
Advertisement
Teknik Penggalian Keterangan yang Efektif
Fierly Murdlyat Mabrurri menekankan pentingnya teknik penggalian keterangan yang humanis dan efektif. Klarifikator harus mampu menciptakan suasana nyaman bagi pihak yang diperiksa, menghindari tekanan selama proses berlangsung. Hal ini krusial untuk mendapatkan informasi yang akurat dan lengkap.
Dalam sesi simulasi, ditegaskan bahwa penggunaan pertanyaan terbuka sangat dianjurkan. Pertanyaan seperti "siapakah", "apakah", dan "di manakah" membantu pihak terklarifikasi menarasikan pengalaman mereka secara langsung. Ini memungkinkan mereka mendeskripsikan apa yang dilihat, dialami, dan didengar tanpa arahan.
Simulasi SIKAP ini menggunakan studi kasus spesifik, yaitu dugaan pembagian sembako oleh salah satu pengurus partai politik di pelataran tempat ibadah pada masa kampanye. Studi kasus ini memberikan gambaran nyata tentang potensi pelanggaran yang perlu ditangani oleh Bawaslu Kota Serang.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Kapasitas Administrasi dan Tantangan Kompleks
Selain teknik penggalian keterangan, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Masykur Ridlo, menyoroti aspek administrasi dan teknis. Peningkatan kapasitas Bawaslu Kota Serang juga mencakup perhatian terhadap tata cara penulisan berita acara klarifikasi. Detail seperti pengambilan sumpah sebelum klarifikasi dan penggunaan tata bahasa yang tepat sangat penting.
Masykur Ridlo menambahkan bahwa Bawaslu harus melatih diri untuk skenario klarifikasi yang lebih kompleks. Ini termasuk situasi di mana klarifikasi dilakukan secara daring atau ketika pihak yang diklarifikasi hanya dapat menggunakan bahasa daerah. Kesiapan ini memastikan seluruh aparatur Bawaslu mampu mengatasi berbagai hambatan komunikasi.
Kesiapan menghadapi skenario beragam ini merupakan bagian integral dari upaya peningkatan kapasitas Bawaslu Kota Serang. Tujuannya adalah memastikan bahwa proses penanganan pelanggaran dapat berjalan lancar dan adil. Dengan demikian, integritas pemilu dapat terjaga dengan baik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews