PDIP Minta Masyarakat Utamakan Semangat Rekonsiliasi Pascapemilu

Minggu, 26 Mei 2019 22:47 Reporter : Ronald
PDIP Minta Masyarakat Utamakan Semangat Rekonsiliasi Pascapemilu hasto kristiyanto. ©2016 Merdeka.com/

Merdeka.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar buka puasa bersama dengan seluruh kader, simpatisan dan juga anak yatim di Kantor PDIP di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Hadir dalam buka bersama ini Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Dalam sambutannya, Hasto berpesan agar masyarakat mengedepankan semangat rekonsiliasi pasca pemilu. Dirinya pun mencontohkan bagaimana Islam dan Pancasila bisa dijadikan dasar negara oleh tokoh proklamasi Soekarno.

"Bagaimana Pancasila dan Islam ternyata bisa sempurna dalam sebuah tugas kita bersama di dalam mewujudkan tatanan dunia yang baru yang anti-kolonialisme dan imperialisme itu. Mari kita sebagai warga bangsa untuk kedepankan pesan pesan tersebut," kata Hasto, di lokasi, Minggu (26/5).

Hasto mengatakan, pesan-pesan Soekarno itu sepatutnya dilakukan pada kondisi seperti ini. Di mana masih ada pertentangan hasil Pemilu 2019 yang seharusnya Joko Widodo (Jokowi) kembali terpilih menjadi presiden periode 2019-2024.

"Di mana kita melihat masih ada pertentangan-pertentangan satu sama dengan yang lain. Padahal Pemilu sudah selesai, Pemilu ini adalah sebuah alat untuk mencari pemimpin. Sebuah alat yang dinamakan demokrasi di mana perbedaan satu suara pun di mata demokrasi itu seorang pemimpin sah untuk mengemban tugas sebagai pemimpin bangsa dan negara," kata Hasto.

"Apalagi perbedaan kita di atas 16 juta maka dengan demikian tugas Pak Jokowi bukanlah menjadi presiden PDIP, tugas Pak Jokowi adalah menjadi presiden dari seluruh bangsa. Presiden dari seluruh partai politik yang ada, presiden dari seluruh rakyat Indonesia tanpa membeda-bedakan lagi apa pilihannya pada 17 April lalu," sambung Hasto.

Lebih lanjut Hasto berharap agar masyarakat kini lebih mementingkan persatuan.

"Karena itu lah dengan pesan perdamaian kita berharap agar semangat rekonsiliasi benar benar kita ke depankan. Enggak perlu ada yang membenturkan antara polisi dengan umat Islam, enggak perlu ada yang membenturkan antara TNI dan Polri. Kita punya pengalaman buruk masa lalu kalau terjadi korbannya adalah rakyat Indonesia. Maka jangan nodai pesta demokrasi dengan narasi-narasi yang justru menjauhkan kita dari peradaban itu," pungkas Hasto. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini