PDI Perjuangan Kritik Bencana Sumatera: Megawati Soroti Kerusakan Lingkungan dan Keadilan Ekologis

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah terkait rentetan bencana di Sumatera, menyoroti kerusakan lingkungan dan pentingnya keadilan ekologis.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PDI Perjuangan Kritik Bencana Sumatera: Megawati Soroti Kerusakan Lingkungan dan Keadilan Ekologis
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah terkait rentetan bencana di Sumatera, menyoroti kerusakan lingkungan dan pentingnya keadilan ekologis. (AntaraNews)

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan kritik keras kepada pemerintah mengenai penanganan bencana alam di wilayah Sumatera. Kritik ini dilontarkan dalam pidatonya saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan di Beach City International Stadium, Jakarta Utara, pada Sabtu, 10 Januari.

Megawati menyoroti bahwa serangkaian bencana banjir ekstrem dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat bukanlah fenomena alam biasa. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan dampak langsung dari perubahan fungsi lahan yang masif.

Menurutnya, eksploitasi lahan secara berlebihan di wilayah hulu telah menghilangkan fungsi penyerapan air alami. Kondisi ini secara signifikan memperburuk situasi bencana dan merugikan masyarakat kecil di hilir yang terdampak dan dinilai tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

Kerusakan Lingkungan Akibat Eksploitasi Lahan

Dalam pidatonya, Megawati Soekarnoputri secara gamblang menjelaskan akar masalah bencana di Sumatera. Ia menyatakan bahwa kerusakan lingkungan di wilayah hulu, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, disebabkan oleh perubahan fungsi lahan. Kawasan penyangga yang seharusnya berfungsi sebagai pelindung kini beralih menjadi area eksploitasi.

Pembukaan hutan secara besar-besaran untuk tanaman monokultur disebut sebagai penyebab utama hilangnya kemampuan lahan menyerap air. Praktik ini secara drastis mengurangi daya dukung lingkungan dan mempercepat terjadinya banjir serta tanah longsor yang merugikan banyak pihak.

Megawati menegaskan bahwa bencana-bencana ini bukan sekadar peristiwa alam, melainkan konsekuensi nyata dari tindakan manusia. Model pembangunan yang mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan telah menciptakan kerentanan ekologis yang parah di berbagai daerah.

Pembangunan Tanpa Keadilan Ekologis

PDI Perjuangan dengan tegas menolak model pembangunan yang mengabaikan keadilan ekologis. Megawati menyoroti bahwa masyarakat kecil di hilir seringkali tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan terkait pengelolaan lahan. Padahal, merekalah yang paling merasakan dampak negatif dari kerusakan lingkungan.

Praktik eksploitasi yang terjadi saat ini dianggap sebagai bentuk kemunduran bagi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Megawati menyatakan, "Atas nama pembangunan, rakyat disingkirkan dan alam dikorbankan. Ini bukan pembangunan, melainkan pembangunan tanpa keadilan dan tanpa peradaban." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pembangunan yang berpihak pada rakyat dan lingkungan.

PDI Perjuangan menyerukan penghentian praktik eksploitasi yang merusak dan mendesak pemerintah untuk mengedepankan pembangunan berkelanjutan. Keadilan ekologis harus menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan pembangunan demi masa depan yang lebih baik.

Semangat Rakernas PDI Perjuangan

Kritik terhadap pemerintah soal bencana alam di Sumatera ini disampaikan dalam rangkaian acara HUT ke-53 PDI Perjuangan dan Rakernas I Partai. Acara penting ini mengusung tema ‘Satyam Eva Jayate’ dengan sub tema “Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya”.

‘Satyam Eva Jayate’ adalah slogan berbahasa Sanskerta yang memiliki arti "Kebenaran akan Menang", mencerminkan komitmen partai terhadap kebenaran. Sementara itu, sub tema ‘Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya’ yang dikutip dari Lagu Kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman menggambarkan daya tahan (resilience) yang menyertai Satyam Eva Jayate.

Tema dan sub tema ini menegaskan posisi PDI Perjuangan dalam memperjuangkan keadilan, termasuk keadilan ekologis. Pesan Megawati tentang pentingnya menjaga lingkungan selaras dengan semangat perjuangan partai.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi