Pangkormar Pimpin Pelepasan Prajurit Marinir Korban Longsor Cisarua, 23 Jenazah Ditemukan

Panglima Korps Marinir TNI AL memimpin upacara pelepasan empat jenazah prajurit Marinir korban longsor Cisarua, menandai berakhirnya proses pencarian 23 jenazah yang gugur dalam bencana tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pangkormar Pimpin Pelepasan Prajurit Marinir Korban Longsor Cisarua, 23 Jenazah Ditemukan
Panglima Korps Marinir TNI AL memimpin upacara pelepasan empat jenazah prajurit Marinir korban longsor Cisarua, menandai berakhirnya proses pencarian 23 jenazah yang gugur dalam bencana tersebut. (AntaraNews)

Panglima Korps Marinir TNI AL, Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi, kembali memimpin upacara persemayaman dan pelepasan empat jenazah prajurit Korps Marinir TNI AL pada Sabtu. Upacara militer ini dilaksanakan secara khidmat sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur. Kegiatan tersebut berlangsung di Lanud AL Jakarta, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan.

Para prajurit Marinir ini gugur dalam bencana tanah longsor yang terjadi di Cisarua. Prosesi pelepasan jenazah diawali dengan sholat jenazah, yang diikuti oleh keluarga, prajurit, serta jajaran pejabat Korps Marinir. Hal ini menunjukkan solidaritas dan duka mendalam atas kehilangan personel terbaik bangsa.

Upacara ini menjadi bagian dari serangkaian penghormatan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian tanpa pamrih para prajurit kepada bangsa dan negara. Dengan selesainya upacara ini, proses pencarian dan evakuasi terpadu yang telah berlangsung sejak hari pertama kejadian dinyatakan selesai, setelah seluruh jenazah berhasil ditemukan.

Prosesi persemayaman dan pelepasan jenazah prajurit Korps Marinir TNI AL dilaksanakan secara militer, mencerminkan wujud penghargaan tertinggi. Upacara ini merupakan bentuk pengakuan atas jasa-jasa para prajurit yang telah berkorban demi negara. Setiap detail upacara dirancang untuk memberikan penghormatan yang layak.

Dalam siaran pers resmi disebutkan, “Prosesi persemayayan dan pelepasan dilaksanakan secara militer sebagai wujud penghargaan dan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian tanpa pamrih para prajurit kepada bangsa dan negara.” Ini menegaskan betapa besar nilai pengorbanan yang telah diberikan oleh para prajurit.

Kehadiran keluarga, rekan prajurit, dan pejabat tinggi Korps Marinir dalam sholat jenazah dan upacara pelepasan menunjukkan dukungan moral yang kuat. Momen ini menjadi pengingat akan risiko dan pengorbanan yang diemban oleh setiap prajurit TNI AL. Semangat kebersamaan dan persaudaraan Korps Marinir sangat terasa dalam suasana duka ini.

Setelah upacara khidmat di Lanud AL Jakarta, empat jenazah prajurit diberangkatkan menuju Bandara Raden Inten, Bandar Lampung. Di sana, jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara militer, sesuai dengan tradisi dan kehormatan yang berlaku bagi pahlawan bangsa. Proses ini memastikan bahwa setiap prajurit mendapatkan tempat peristirahatan terakhir yang layak.

Sementara itu, satu jenazah lainnya diberangkatkan menuju Bangka untuk dimakamkan di kampung halamannya. Keputusan ini diambil untuk memenuhi keinginan keluarga dan memastikan pemakaman dapat dilakukan di tempat yang memiliki nilai sentimental bagi mereka. Koordinasi yang baik antara pihak militer dan keluarga sangat penting dalam proses ini.

Hingga saat ini, tercatat ada 23 jenazah personel Korps Marinir yang telah ditemukan pascabencana longsor Cisarua. Dengan penemuan seluruh jenazah ini, operasi pencarian dan evakuasi gabungan yang telah berjalan intensif sejak hari pertama kejadian dinyatakan selesai. Hal ini membawa kelegaan bagi keluarga korban dan seluruh jajaran Korps Marinir.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi