Ketua DPP Partai Golongan Karya (Golkar) Nusron Wahid tak menampik jika calon ketua umum Partai Golkar nantinya hanya satu atau tunggal. Orang itu diketahui Bahlil Lahadalia.
"(Munaslub) Sudah ada panitianya tanya panitianya. Sudah ada Plt ketumnya, tanya ke beliau.
"Sejauh ini iya (Bahlil calon tunggal). Begitu saja," tambahnya.
Ia menyebut, seluruh kader partai berlambang pohon beringin tersebut telah sepakat memilih Bahlil. Sehingga, Bahlil akan aklamasi.
Selain itu, dirinya memastikan, penunjukkan Bahlil menjadi ketua umum partai bukan berdasarkan perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Enggak ada, enggak ada arahan bapak presiden. Ada-ada saja," ujarnya.
Nusron menegaskan, jika dirinya tidak masalah jika Bahlil yang nantinya akan menjadi ketua umum menggantikan posisi yang sudah ditinggal oleh Airlangga Hartarto.
"Ya oke-oke saja. Kalau sudah keputusan ya oke, kalau sudah disepakati mayoritas, oke gitu saja," pungkasnya.