NasDem Tantang Prabowo Jelaskan Isu Penculikan Aktivis di Debat Capres

Selasa, 15 Januari 2019 20:33 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
NasDem Tantang Prabowo Jelaskan Isu Penculikan Aktivis di Debat Capres Prabowo Subianto. ©2018 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate menantang Capres Prabowo Subianto menjelaskan isu penculikan aktivis 1998 dalam debat capres pada 17 Januari 2019 nanti. Kala itu, Prabowo menjabat sebagai Danjen Kopassus.

Johnny meminta Prabowo jelaskan ke publik kejadian atau fakta sebenarnya kasus penculikan dan penghilangan paksa aktivis 1998. Menurut dia, momentum debat capres-cawapres bisa dijadikan kesempatan mengungkap fakta tersebut.

"Mestinya Pak Prabowo buka ke publik apa yang sebenarnya terjadi supaya orang mengetahui rekam jejaknya, orang memilih dengan informasi yang banyak bukan dengan pertanyaan-pertanyaan yang banyak," ujar Johnny kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/1).

Johnny menambahkan, masyarakat masih penasaran terkait kasus penculikan dan penghilangan paksa para aktivis 98 tersebut. Apalagi, kata dia, sejumlah anggota Tim Mawar telah diproses secara hukum di Mahkamah Militer, sementara dugaan keterlibatan Prabowo diselesaikan melalui Dewan Kehormatan Perwira (DKP).

"Mereka (Tim Mawar) sudah dihukum secara hukum, tetapi juga ada di TNI yang dulu ABRI tidak semua diselesaikan di Mahkamah Militer terkait Jenderal Prabowo yang diselesaikan di luar Mahkamah Militer, yaitu melalui jalur politik dengan pertimbangan politik, dengan dibentuknya Dewan Kehormatan Perwira," jelas dia.

Menurut Johnny, Prabowo perlu menjelaskan, alasan adanya perlakuan berbeda seperti itu. Dia menyebut, terminologi pemberhentian dari TNI oleh DKP juga dinilai samar supaya tidak gamblang Prabowo disebut dipecat dari TNI.

"Sekarang masyarakat bertanya karena masyarakat membutuhkan informasi terkait rekam jejak paslon. Ini juga terkait debat karena nanti terkait visi-misi, salah satunya masalah HAM. Karena itu kita harus mengetahui rekam jejak pasnagan calon. Nah, rekam jejak ini belum clear," ungkap dia.

Lebih lanjut, kata Johnny, butuh kerendahan hati dan kejujuran Prabowo untuk mengungkap fakta sebenarnya. Menurutnya, tak perlu dibuat Tim Gabungan seperti pengungkapan kasus penyidik KPK Novel Baswedan. Pasalnya, penyelesaian kasus HAM sudah ada jalurnya dan akan lebih cepat jika aktor-aktor yang terlibat bisa jujur mengungkapkan fakta sebenarnya.

"Tidak perlu tim khusus, minimal dari Prabowonya, terlibat atau tidak karena faktanya Tim Mawar sudah dihukum melalui Mahkamah Militer," pungkas dia. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini