Menteri Keuangan Purbaya Bantah Isu Resesi Ekonomi Indonesia, Indikator Positif Terus Menguat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah keras isu Resesi Ekonomi Indonesia, menegaskan bahwa berbagai indikator ekonomi justru menunjukkan tren penguatan yang signifikan, jauh dari bayang-bayang resesi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri Keuangan Purbaya Bantah Isu Resesi Ekonomi Indonesia, Indikator Positif Terus Menguat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah keras isu Resesi Ekonomi Indonesia, menegaskan bahwa berbagai indikator ekonomi justru menunjukkan tren penguatan yang signifikan, jauh dari bayang-bayang resesi. (AntaraNews)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas membantah pernyataan sejumlah kalangan mengenai kondisi ekonomi Indonesia yang disebut-sebut sedang menuju resesi ekonomi. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam sidang kabinet paripurna yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3).

Menurut Purbaya, berbagai indikator ekonomi nasional justru menunjukkan tren penguatan dan akselerasi pertumbuhan yang positif. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa perekonomian Indonesia berada dalam jalur yang stabil dan berkembang.

Purbaya menyoroti beberapa data kunci yang mendukung pandangannya, termasuk Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur, penjualan mobil, penjualan ritel, serta Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK), yang semuanya menunjukkan performa impresif.

Salah satu indikator utama yang disoroti Menteri Keuangan Purbaya adalah Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia yang mencapai angka 53,8 pada Februari. Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan secara jelas menandakan bahwa sektor manufaktur nasional berada dalam fase ekspansi yang kuat.

Purbaya secara terang-terangan mengkritik pandangan sejumlah ekonom yang dianggapnya 'aneh' karena menyatakan Indonesia sudah dalam resesi dan tinggal menunggu kehancuran. Ia menegaskan, data riil menunjukkan hal yang sebaliknya.

Lebih lanjut, Purbaya juga menyebut Mandiri MSI (Mandiri Index) yang saat ini berada di angka 360,7 dengan tren kenaikan. Data PMI ini, jelasnya, menunjukkan sisi produksi atau suplai dalam perekonomian tumbuh kuat.

Ia menambahkan bahwa penguatan ini juga menjadi konfirmasi dari lembaga di luar pemerintah yang mengakui bahwa aktivitas ekonomi Indonesia sedang meningkat. Ini memberikan gambaran bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya klaim pemerintah, melainkan didukung oleh data independen.

Selain sektor produksi, Purbaya juga memaparkan sejumlah indikator lain yang menunjukkan tren positif dalam perekonomian. Penjualan mobil pada Februari 2026 tercatat tumbuh 12,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan daya beli masyarakat.

Kinerja konsumsi domestik juga terlihat dari pertumbuhan penjualan ritel yang mencapai 6,9 persen secara tahunan. Angka ini mengindikasikan bahwa permintaan domestik tetap kuat dan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi.

Optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi juga tercermin dari Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang berada di level 125,2. Level ini dinilai cukup tinggi dan menunjukkan peningkatan keyakinan masyarakat terhadap prospek ekonomi.

Menanggapi anggapan bahwa daya beli masyarakat terpukul, Purbaya menjelaskan bahwa meskipun ada sebagian yang mengalami kesulitan, gambaran umum yang ditangkap dari survei kepercayaan konsumen menunjukkan daya beli masyarakat membaik secara keseluruhan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi