Plt Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono mengungkapkan tantangan dihadapi PPP dalam menentukan arah dan perjuangan politik di masa yang akan datang. Hal ini disampaikan Mardiono dalam pidato saat membuka Muktamar ke-X PPP di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9).
"Yang pertama tantangan itu tentu menunjukkan kenyataan suara PPP dalam beberapa Pemilu terakhir semakin menurun, ada kesenjangan antara basis tradisional dan royal generasi muda yang mencari alternatif lain," kata Mardiono dalam sambutannya.
"Tantangan kita adalah bagaimana merebut hati generasi muda tanpa meninggalkan akar ideologi sebagai partai Islam," sambungnya.
Kemudian yang kedua adalah soliditas partai masih harus terus diperkuat. Karena, menurut Mardiono, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dan jangan sampai perbedaan itu melahirkan perpecahan.
"PPP tidak boleh lagi terjebak dalam konflik internal yang melelahkan, kita harus belajar dari masa lalu bahwa konflik hanya melemahkan, sementara persatuan tentu akan menjadi sebuah kekuatan," ujar Mardiono.
Selanjutnya, tantangan ideologi dan relevansi diera politik pragmatis disebutnya banyak partai melupakan ideologi. Oleh karenanya, PPP diinginkannya harus membuktikan bahwa politik Islam bukan sekedar simbol.
Tetapi roh yang menghadirkan nilai-nilai moralitas, integritas, keteladanan, serta keperbihakan kepada umat.
"Tantangan kita adalah menjaga agar PPP tetap menjadi rumah besar umat Islam yang inklusif moderat. Sehingga, dapat menghadirkan Islam yang rahmatan lil'alamin," ujar dia.
Selanjutnya, hidup di era media sosial dikatakannya dimana persepsi bisa diubah dalam hitungan detik. Sehingga, jika PPP tidak mampu beradaptasi terhadap komunikasi politik modern, maka menurut Mardiono akan semakin ditinggalkan oleh umat.
"PPP harus mampu menghadirkan narasi Islam yang sejuk, politik yang santun, dan mengedepankan akhlakul karimah dalam memperjuangkan kepentingan umat yang dapat diterima oleh generasi milenial dan generasi gen z," paparnya.
Tantangan berikutnya, bangsa ini dijelaskannya sedang menghadapi ketidakpastian global kondisi ekonomi, ketimpangan sosial, dan dinamika geopolitik dunia yang tidak menentu dan ini berdampak pada kehidupan bangsa Indonesia.
"PPP harus hadir memberikan solusi nyata, tidak hanya sekedar menjadi partai pelengkap yang ikut arus. Tetapi harus tampil menjadi partai yang menentukan," jelasnya.
Dalam mengahadapi tantangan tersebut, partai berlambang Ka'bah itu dimintanya tidak boleh pesimis. Justru, saat ini lah melakukan lompatan baru.
"Terdapat beberapa langkah. Yang pertama kita harus bertransformasi menjadi partai modern yang dikelola secara profesional, sistem kaderisasi harus diperkuat, teknologi harus dimanfaatkan dan tata kelola partai harus transparan," ucapnya.
"Dan selanjutnya tata kelola penyelenggaraan termasuk citra kinerja partai di mata publik khususnya adalah anak muda," tambahnya.
PPP disebutnya harus hadir sebagai partai yang ramah terhadap solusi di tengah-tengah masyarakat.
"Program kita harus menyentuh isu-isu yang dekat dengan generasi muda yaitu pendidikan, lapangan kerja, ekonomi digital, lingkungan hidup, penegakan hukum, hingga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.