Makin intens dengan Demokrat, Gerindra tak akan khianati PKS

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhie Prabowo menegaskan, partainya akan tetap bersama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pilpres 2019. Meskipun, kata dia, sinyal bergabungnya Partai Demokrat di koalisi Prabowo jelang pendaftaran capres-cawapres semakin kuat.

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
Makin intens dengan Demokrat, Gerindra tak akan khianati PKS
Gerindra. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhie Prabowo menegaskan, partainya akan tetap bersama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pilpres 2019. Meskipun, kata dia, sinyal bergabungnya Partai Demokrat di koalisi Prabowo jelang pendaftaran capres-cawapres semakin kuat.

"Gerindra tidak akan pernah meninggalkan sahabat teman-teman apalagi yang sudah bersama sama. Gerindra bukan partai yang suka berkhianat atau meninggalkan sahabat apalagi pada saat bertempur," kata Edhie di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/7).

Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum Demokat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan akan bertemu membahas koalisi. Pertemuan rencananya akan digelar di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7) besok.

Edhie menjelaskan, Prabowo tidak pernah mengajarkan kadernya untuk meninggalkan kawan yang sudah sering bersama. Terutama dengan PKS yang telah memiliki kedekatan emosional tersendiri.

"Jadi Pak Prabowo tidak pernah mengajarkan kami seperti itu dan kami terus selalu menjaga perasaan komunikasi dengan PKS," ungkapnya.

Menurutnya, selama ini hubungan Gerindra dan PKS juga terjalin dengan sangat baik. Komunikasi politik, lanjut Edhie, juga masih berjalan dengan lancar.

"Komunikasi dengan PKS kami masih sangat erat, mesra komunikasi dengan PAN juga masih sangat erat, mesra komunikasi dengan PBB, komunikasi dengan Demokrat dengan yang lain," ucapnya.

Tambah Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR ini, partainya juga merasa PKS tidak pernah memberikan ancaman untuk bisa memilih cawapres dari partai yang dipimpin oleh Sohibul Iman tersebut. Namun, kata dia, wajar jika PKS selalu berusaha mengingatkan kadernya untuk dipilih menjadi cawapres Mantan Danjen Kopassus itu.

"Tentunya wajar kalau tiba-tiba harus memutuskan seperti mengingatkan saya pikir normal. Tapi kami tidak merasa itu terjadi. Dan PKS yang saya rasakan masih sangat mesra masih sangat erat," tandasnya.

Rekomendasi