Mahfud MD Sindir Food Estate: Hanya di Indonesia Tanam Singkong Tumbuh Jagung

Mahfud MD Mahfud MD menyindir program Program Strategis Nasional (PSN) food estate atau lumbung pangan.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Mahfud MD Sindir Food Estate: Hanya di Indonesia Tanam Singkong Tumbuh Jagung
Mahfud MD Sindir Food Estate: Hanya di Indonesia Tanam Singkong Tumbuh Jagung (Merdeka.com)

Mahfud mengatakan, Indonesia negara hebat. Sebab, pemerintah menanam singkong di atas lahan food estate. Namun, yang tumbuh bukan singkong tapi jagung.

Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD menyindir Program Strategis Nasional (PSN) food estate atau lumbung pangan.


Dia mengatakan, Indonesia negara hebat. Sebab, pemerintah menanam singkong di atas lahan food estate. Namun, yang tumbuh bukan singkong tapi jagung.

“Tanam singkong tumbuh jagung, hanya Indonesia yang bisa, hanya Indonesia yang punya akal begitu. Bukan bisa maksud saya, punya akal,” kata Mahfud MD dalam akun YouTube Rhenald Kasali, Selasa (23/1).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mahfud mengatakan, fakta tanam singkong tumbuh jagung sudah pernah dilaporkan organisasi kampanye independen Greenpeace dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Saat itu, Mahfud mempersilakan Greenpeace dan Walhi mengumumkan temuannya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Greenpeace, Walhi kan bicara dengan saya, ‘pak begitu, begitu’. Yaudah ‘kamu umumkan saja’. Tapi saya tahu catatannya di mana, mana fotonya begitu,” jelas Mahfud.

Mahfud kemudian menyinggung lagu Kolam Susu yang dipopulerkan Koes Plus. 

Mahfud kemudian menyinggung lagu Kolam Susu yang dipopulerkan Koes Plus. <br>
Dok. Istimewa

Menurutnya, kondisi Indonesia lebih hebat dari isi lagu tersebut. Khususnya soal ‘tongkat kayu dan batu jadi tanaman’.

“Tongkat kayu saja dilempar jadi tanaman. Ini lebih hebat lagi tanam singkong yang keluar jagung. Tanam singkong keluar jagung, sesudah dibuka itu pakai polybag lalu disuruh potret sama wartawan. Kita sudah tahu semua itu karena saya Menko Polhukam,”

ucap Mahfud.

merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sebelumnya, calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan juga menyindir kegagalan food estate yang dikerjakan oleh sejumlah kementerian, mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Pertanian hingga Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Anies mengatakan, food estate yang diklaim bagian dari pertahanan seharusnya berbicara tentang kebutuhan pokok masyarakat.

Anies mengatakan, food estate yang diklaim bagian dari pertahanan seharusnya berbicara tentang kebutuhan pokok masyarakat.
Dok. Istimewa

Hal itu disampaikan Anies pada acara Desak Anies di Lapangan Cindua Mato, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat pada sesi tanya jawab, Rabu (3/01).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Tetapi food estate yang dikerjakan di Kalimantan itu malah menanamnya singkong dan itu gagal pula," katanya.

Kata Anies, alasan dirinya tidak mau mendorong kegiatan food state seperti itu karena negara menitipkan pada korporasi.

"Menurut saya anggaran yang sama akan jauh lebih optimal diberikan kepada petani untuk mereka bisa mendapatkan pupuk dengan harga yang terjangkau,” ucap Anies.

“Kemudian irigasi yang diperbaiki sehingga ketahanan pangan itu terjadi karena rakyatnya memiliki kemampuan untuk melakukan produksi pangan, bukan sekadar menugaskan pada kementerian dan kemudian melibatkan korporasi-korporasi," sambung Anies.

Rekomendasi