Kubu Jokowi sebut kebohongan Ratna bertujuan gerus kepercayaan rakyat

Jumat, 5 Oktober 2018 13:55 Reporter : Yunita Amalia
Kubu Jokowi sebut kebohongan Ratna bertujuan gerus kepercayaan rakyat Budiman Sujatmiko di acara Rembug Desa. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengakuan Ratna Sarumpaet atas kebohongannya tidak serta merta membuat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf menerima permintaan maaf. Anggota TKN, Budiman Sujatmiko menilai dampak tindakan Rita cukup besar yakni menggerus rasa kepercayaan masyarakat.

Saat melakukan konferensi pers di posko pemenangan, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Budiman menduga pengakuan Ratna atas kebohongannya bertujuan bahwa setiap orang melakukan hal serupa termasuk pemerintah. Sehingga, kata Budiman, dengan meminta maaf rasa kepercayaan masyarakat dilunturkan.

"Semua orang tidak percaya kebenaran atas peristiwa Demokrasi. Ketika memilih, semua orang berkata semuanya berbohong. Apa yang akan terjadi? Pada akhirnya akan main kuat-kuatan. Bukan benar salah, rule of the game nya ketika sliding tackle mencederai lawan sepakbola tidak dihukum, ya sudah akhirnya bukan soal taktik dalam bermain bola, tackling tackling akhirnya. Ini jauh lebih buruk," ujar Budiman, Jumat (5/10).

Tidak hanya itu, Budiman juga memprediksi, sekalipun kebohongan tidak diungkap, emosi masyarakat dimanfaatkan pihak lawan dan menjadi keuntungan tersendiri. Hal itu, kata Budiman, dikaitkan juga dengan sikap reaktif koalisi Prabowo-Sandi yang menyiratkan pemerintah represif dengan melakukan pengeroyokan terhadap Ratna, notabene aktivis sekaligus wanita paruh baya.

"Jika kebohongan itu tidak ketahuan, semua orang akan marah karena membuat ibu Ratna seorang ibu tua yang dipukuli orang muda yang pengecut, itu akan memberi keuntungan pada mereka yang dibalik rekayasa ini," tandasnya.

Sebelumnya, sempat beredar di media sosial foto wajah bengap Ratna. Disebutkan bahwa juru kampanye Prabowo-Sandi itu dikeroyok di Bandung pada 21 September.

Reaksi cepat dilakukan Prabowo dengan mengunjungi Ratna bersama-sama dengan Amin Rais. Tak berselang lama, Capres nomor urut 02 itu menyatakan pernyataan resminya dengan menyebut perbuatan yang diterima Ratna adalah tindakan keji, biadab. Dalam pernyataannya pula, ia menyebut tindakan pengeroyokan terhadap Ratna adalah tindakan represif.

Rabu (3/10) Ratna mengakui kebohongannya dan meminta maaf telah membohongi semua pihak, termasuk Prabowo Subianto.

Kamis malam, aktivis era 98 itu ditangkap Polda Metro Jaya di Bandara Soekarno Hatta saat hendak bertolak ke Chile. Saat penangkapan tersebut, status Ratna adalah tersangka. [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini