Ketum PPP cuma merespons wacana Jokowi-Prabowo dari internal Gerindra

Senin, 16 April 2018 19:31 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ketum PPP cuma merespons wacana Jokowi-Prabowo dari internal Gerindra Ketua Umum PPP Romahurmuziy. ©2017 merdeka.com/purnomo edi

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy (Romi) buka-bukaan soal ajakan Joko Widodo kepada Prabowo Subianto agar menjadi calon wakil presiden. Sekjen PPP Arsul Sani mengklaim, Romi hanya merespons pernyataan dari kubu Partai Gerindra.

Kader Gerindra tersebut mengaku sempat diajak bergabung dengan koalisi partai politik pendukung Jokowi. Bahkan, Prabowo ditawari menjadi cawapres oleh Jokowi.

"Ketum Romi itu merespon, karena sebelum Romi menyampaikan itu, kan ada pihak lain internal Gerindra yang saya kira namanya tak perlu disebut yang justru lebih dulu menyuarakan bahwa Pak Prabowo diiming-imingi jadi cawapres Jokowi dengan 'mendapatkan sejumlah tertentu'," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4).

Arsul mengklaim, tawaran untuk Prabowo menjadi cawapres bukan skenario menjadikan Jokowi sebagai calon tunggal di Pemilu Serentak 2019. Sebab, sejumlah partai yang belum menentukan sikap, yakni Demokrat, PAN, PKB dan PKS.

Sehingga, katakan Jokowi berduet dengan Prabowo dan 4 partai itu menolak bergabung maka masih berpeluang membentuk poros sendiri.

"Belum tentu juga. Kan masih ada Demokrat, PAN, PKB yang bisa membentuk poros sendiri, PKS," ucap Arsul.

Sebelumnya, Ketum PPP M Romahurmuziy menyebut Jokowi sempat menawarkan Prabowo sebagai cawapres Pilpres 2019 mendatang. Jokowi menanyakan perihal rencana itu kepada Romi. Saat itu, Romy langsung mengatakan setuju.

Padahal, semua pimpinan partai pendukung Jokowi tak ada yang setuju dengan rencana menggaet Prabowo sebagai cawapres.

"Saya langsung bilang setuju," tegas Romi.

Menurut Romi, Prabowo sendiri merasa terhormat karena mendapatkan tawaran dari Jokowi untuk menjadi cawapres. Bisa dikatakan, lanjut Romi, Prabowo merespons positif tawaran Jokowi itu.

Alasan Jokowi ingin menggandeng Ketua Umum Partai Gerindra sebagai calon wakil presiden adalah untuk menjaga keutuhan NKRI.

Kemudian, Romi juga buka-bukaan soal adanya utusan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menemui Joko Widodo pada Selasa (27/3). Utusan Prabowo itu menanyakan kemungkinan Prabowo menjadi calon wakil presiden dari Jokowi. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini