Ketum PAN Sebut Pemilu Jakarta Jadi Contoh Politik Uang Tidak Mempengaruhi Pilihan

Minggu, 17 Maret 2019 16:38 Reporter : Dedi Rahmadi
Ketum PAN Sebut Pemilu Jakarta Jadi Contoh Politik Uang Tidak Mempengaruhi Pilihan Zulkifli Hasan. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan berkunjung ke Global Islamic School (GIS), Minggu (17/3) mendampingi putrinya, Zita Anjani yang merupakan aktivis pendidikan. Zulkifli kembali mengingatkan masyarakat untuk menghormati pilihan masing masing dalam Pilpres 2019.

"Pilpres itu kompetisi 5 tahun sekali, kompetisi sesama anak bangsa terbaik. Ini bukan perang badar atau perang total. Tapi Pilpres adalah berlomba-lomba dalam kebaikan," kata Ketua MPR ini.

Zulkifli Hasan juga mengajak warga untuk melawan politik uang dan memilih calon dengan rekam jejak yang amanah untuk bela rakyat dan umat. Dia mencontohkan politik uang yang terjadi di Pemilu DKI Jakarta.

"Jakarta sudah menjadi contoh bagaimana politik uang ternyata tidak mempengaruhi pilihan. Sekarang waktunya pilih calon yang terbaik yang akan membela bapak ibu semua," tutupnya.

Sebelumnya, Zulkifli Hasan mengecam keras soal pernyataan Ketua TKN Jokowi Ma'aruf soal pertarungan Pemilu 2019 merupakan perang total dan juga Neno Warisman yang menyebut sebagai Perang Badar. Bahkan Pemilu Legislatif dan Presiden merupakan pesta demokrasi membangun perubahan negara lebih baik.

"Kita sepakat Pemilu demokrasi Pancasila, artinya yang berkuasa rakyat. Kami menolak keras pemilu ini jadi perang total seperti yang disampaikan oleh Moeldoko. Atau perang badar yang disampaikan oleh Neno," kata Zulkifli Hasan saat berorasi dalam seminar bertajuk 'Parpol: Diantara Pileg dan Pilpres', di Hotel Arkenso, Simpang Lima Semarang, Rabu (13/3).

Dia menyebut Pemilu tahun ini dikembalikan pada asas Luber dan Jurdil. "Seperti pada azas konstitusi UUD 45 bahwa Pemilu itu Luber dan Jujur dan adil," ungkapnya.

Maka dari itu, ia mengajak para kader PAN untuk memenangkan Pemilu 2019, dan mewujudkan pemilu yang bersih dan membela rakyat.

"Segenap kader PAN wajib memenangkan pemilu 2019. Tujuan kita adalah membangun indonesia yang adil, makmur dan bermartabat. Mari berpemilu, sebagai bentuk berikhtiar," ujarnya. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini