Kabar Aziz Syamsudin gantikan Novanto jadi Ketua DPR, Airlangga minta usai Munaslub

Minggu, 10 Desember 2017 15:15 Reporter : Yunita Amalia
Kabar Aziz Syamsudin gantikan Novanto jadi Ketua DPR, Airlangga minta usai Munaslub Aziz Syamsuddin diperiksa KPK. ©2017 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Politisi Partai Golkar Airlangga Hartanto angkat bicara terkait kabar penunjukan Aziz Syamsuddin sebagai Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Menurutnya, penunjukan ketua DPR sebaiknya setelah digelarnya musyawarah nasional luar biasa (Munaslub).

Airlangga mengingatkan agar DPR sebagai lembaga tertinggi negara tidak buru-buru melakukan perombakan posisi ketua DPR yang saat ini kosong lantaran Setya Novanto berstatus tersangka atas kasus korupsi proyek e-KTP dan kini mendekam di rumah tahanan KPK.

"Ya tentu wajarnya itu sesudah munas luar biasa, karena kalau itu masuk di agenda yang tiba-tiba, ini kan tentu tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku di DPR. Dan DPR kan sebuah lembaga tinggi negara,” ujar Airlangga di Jakarta Selatan, mengikuti kegiatan sarasehan pembaharuan Partai Golkar, Minggu (10/12).

Dia menambahkan, penetapan ketua DPR tidak bisa dilakukan secara mendadak atau mendahului keputusan partai politik tempat bernaungnya Setya Novanto selaku ketua nonaktif DPR saat ini. Apalagi untuk jabatan Ketua DPR yang banyak disorot rakyat.

"Dan proses-proses yang dilakukan oleh partai politik apalagi dalam agenda yang begitu besar yaitu mengenai ketua DPR ya itu harus dipertontonkan pada publik. bahwa wibawa kelembagaan ini jangan dikoptasi dengan keputusan keputusan mendadak," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Koordinator Bidang Kesejahteraan Masyarakat DPP Partai Golkar, Roem Kono membenarkan adanya pemberitahuan tidak resmi bahwa Novanto menunjuk Aziz yang saat ini menjabat sebagai Ketua badan Anggaran DPR tersebut.

Memang sudah ada pemberitahuan secara tidak resmi bahwa memang betul bahwa ada surat putusan dari ketua umum Setya Novanto menunjuk saudara Aziz. Mungkin beliau mengundurkan diri dan menunjuk Aziz Syamsudin sebagai Ketua DPR," kata Roem di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (9/12).

Roem mengaku belum melihat surat resmi penunjukan Aziz Syamsuddin tersebut dan belum mengetahui pasti apa benar Novanto mundur dari posisi Ketua DPR. Maka, dia menanyakan hal tersebut ke koleganya di partai untuk memastikannya. Beberapa kader membenarkan bahwa benar Novanto menunjuk Aziz sebagai Ketua DPR.

Namun, apabila benar surat tersebut ada, maka Roem mengatakan harus ada pembicaraan serius di internal partai. Sebab itu, terkait hal ini akan dibicarakan saat DPP Partai Golkar menggelar rapat pleno pada Senin (11/12).

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah mengaku sudah mendapat kabar dan informasi perihal mundurnya Setya Novanto dari Ketua DPR. Namun Fahri masih menunggu kabar resmi tertulis dari Novanto.

"Jadi itu adalah tentang status terakhir dari Pak Novanto. Memang ada informasi resmi tapi belum tertulis dari pihak keluarga beliau bahwa beliau sudah tandatangan pengunduran diri," ujar Fahri melalui pesan singkat diterima wartawan, Minggu (10/12).

Kabar ini seolah mengonfirmasi penunjukan Aziz Syamsuddin sebagai pengganti Novanto di kursi Ketua DPR. Menurut Fahri, bisa saja surat resmi dari Novanto sudah dikirim. Tapi belum diterima pimpinan DPR karena Kesekretariatan DPR libur.

"Kemudian ada juga berita beliau sudah tunjuk Aziz Syamsudin sebagai pengganti karena beliau tanda tangan sebagai ketum. Tapi bentuk fisik belum kami terima mungkin karena sekretariat masih tutup. Mungkin surat sudah diterima tapi enggak buka," ucapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini