JR Saragih gagal maju, pemenang Pilgub Sumut dinilai semakin sulit diprediksi

Senin, 12 Februari 2018 21:31 Reporter : Yan Muhardiansyah
JR Saragih-Ance Selian. ©2018 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Keputusan KPU Sumut yang menggagalkan pencalonan Jopinus Ramli (JR) Saragih-Ance Selian, belum menutup peluangnya untuk ikut Pilgub Sumut. Pasangan yang didukung Partai Demokrat, PKB dan PKPI ini masih mungkin mengambil sejumlah langkah hukum.

"Ini belum serta-merta dua pasang calon. Kan masih ada kemungkinan pasangan JR Saragih-Ance Selian memenangkan gugatan di Bawaslu atau PTUN," kata pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Arifin Saleh Siregar, Senin (12/2).

Menurut Arifin, saat ini banyak pihak yang bertanya-tanya dengan alasan KPU Sumut menyatakan JR Saragih-Ance Selian tidak memenuhi syarat (TMS). Banyak yang berpendapat alasan KPU tidak masuk akal, karena pendidikan JR Saragih sulit untuk diragukan.

"Dia (JR Saragih) kan (mantan) tentara. Enggak sembarangan orang bisa masuk ke situ, harus pendidikan formal," jelas Arifin.

Selain itu, jebolan Akademi Militer itu juga sudah dua periode menjabat Bupati Simalungun. Syarat untuk pencalonannya tentu tak berbeda dengan pencalonan gubernur.

Terlepas dari persoalan yang dihadapi JR Saragih-Ance Selian, menurut Arifin, seandainya hanya dua pasang calon yang berhadapan pada Pilgub Sumut, maka dinamika yang muncul akan mirip dengan Pilkada DKI Jakarta.

"Kalau ada dua pasang, tidak bisa kita nafikan apa yang terjadi di Pilkada DKI kemarin kemungkinan besar akan pindah ke Sumut, dalam konteks dinamikanya, pertarungannya, isu yang dimainkan, kelompok-kelompok yang memainkan. Walaupun tidak persis sama, tapi akan mirip-mirip," jelas Arifin.

Jika hanya dua pasangan itu, yakni Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus yang berhadapan, menurut Arifin, semakin sulit untuk memprediksi pemenangnya. Selama ini banyak beredar pendapat, kehadiran JR Saragih-Ance Selian membuat terpecahnya pendukung potensial Djarot-Sihar. Basis pendukung mereka dinilai serupa.

"Namanya juga pendapat, mana bisa kita bantah itu. Muncul pula pendapat, dengan putusan KPU ini akan bulatlah suara saudara-saudara kita yang Kristen ke Djoss (Djarot-Sihar)," paparnya.

Arifin pun tidak memungkiri banyak praduga muncul pascaputusan KPU Sumut ini, semisal dugaan JR Saragih-Ance sudah membuat kesepakatan dengan pasangan lain. Dugaan itu akan semakin menguat jika JR Saragih-Ance tidak serius menggugat putusan KPU itu.

"Kalau dia tidak melakukan langkah hukum terhadap putusan KPU, tentu orang akan tertawa," tegas Arifin.

Seperti diberitakan, KPU Sumut menggagalkan pencalonan Jopinus Ramli (JR) Saragih-Ance Selian pada Pilgub Sumut. Keputusan ini disampaikan pada pleno terbuka penetapan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut di Hotel Grand Mercure, Medan, Senin (11/2). Penyebabnya, ijazah JR Saragih yang dipermasalahkan oleh KPU. [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini