Jokowi bisa kalah kalau salah pilih Cawapres

Kamis, 19 April 2018 19:16 Reporter : Merdeka.com
Jokowi bisa kalah kalau salah pilih Cawapres Jokowi sambut delegasi US Asean Business Council. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pakar Komunikasi Politik Effendi Gazali menilai Joko Widodo harus benar-benar tepat dalam memilih cawapres. Terlebih situasi politik saat ini terbilang rumit lantaran mengarah dua pasang atau satu pasang saja.

"Ini suatu yang tidak gampang. Saya saja enggak gampang menebaknya. Terutama karena begini, persaingan itu dibuat begitu terbatas, jadi orang seakan-akan sedang mengarah ke dua calon ya satu saja. Jadi ini demikian rumit," kata Effendi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (19/4).

Dia menyebut elektabilitas Jokowi tidak setinggi mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY sebagai calon presiden atau capres petahana saat Pilpres 2009. SBY kala itu, lanjut dia, memiliki elektabilitas di atas 60-70 persen sehingga sangat mudah dipasangkan dengan siapa saja.

"Makanya disebut Pak SBY pasangan sama sandal jepit saja pasti menang. Jadi kalau sekarang mengatakan elektabilitasnya tinggi, saya enggak percaya. Buktinya masih gugup-gugup, psikologisnya berbeda saat Pak SBY maju di periode kedua," papar dia.

Effendi juga menyebut bila Jokowi salah memilih pendamping di kontestasi ini, kemungkinan kalah bisa terjadi.

"Iya sama, kalau dua pasang (Jokowi atau pun Prabowo) kalau dia salah memilih akan sulit," jelas Effendi.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini