Jejak JK, si juru damai konflik
Merdeka.com - Muhammad Jusuf Kalla, nama putra Bone Sulawesi Selatan ini lebih akrab di sapa JK. Lugas, reaktif, responsif dan ceplas-ceplos adalah tipikalnya.
JK merupakan salah satu putera Indonesia yang telah berperan penting dalam pembangunan infrastruktur dan suprastruktur bangsa. Mantan Wakil Presiden RI ini juga dikenal luas dengan pemikiran cerdasnya dan tindakan cepatnya.
Saat menjabat Wakil Presiden RI, tidak sedikit kebijakan pro-rakyat kecil yang telah dilakukan. JK juga selalu duduk bersama dengan akar rumput untuk mencari solusi terhadap masalah yang tengah dihadapi.
Bahkan JK juga disebut-sebut sebagai 'The Real Presiden' pada periode 2004-2009. JK juga dikenal sebagai juru damai. Mantan Ketua Umum Golkar ini menjadi juga inisiator perdamaian Aceh, konflik Ambon, dan Poso.
Keberhasilannya mewujudkan harmoni di Aceh, membuat JK diberinya gelar juru damai, dan tidak sedikit orang berpendapat bahwa keberhasilannya mendamaikan RI dan GAM merupakan sebuah penemuan (discovery).
Ketika tidak lagi menjadi Wakil Presiden RI, ia kembali ke tanah kelahirannya untuk mengabdikan dirinya di bidang pendidikan, agama, kemanusiaan, dan mengurus mesjid, tetapi nasib menginginkan lain. Tak lama berselang datang tawaran untuk menjadi ketua umum PMI.
Saat menjadi ketua PMI banyak gebrakan yang dilakukannya, salah satunya adalah Program Donor Darah Masuk Kampus dan Mall dengan tujuan pasokan darah mencukupi dan bukan lagi sesuatu yang langkah.
Saat kabar pembantaian umat muslim Rohingya menyerebak di Myanmar, JK kembali tidak tinggal diam. Intuisinya kembali bergerak untuk turut menyelesaikan konflik berbau SARA tersebut.
JK pun langsung menemui Presiden Myanmar Thein Shein. JK mengaku kedatangannya ke Myanmar bersama rombongan OKI untuk melihat langsung apa yang terjadi terhadap etnis muslim Rohingya di negara itu.
Pertemuan JK dengan Pemerintah Myanmar pun membuahkan hasil yang cukup positif. JK optimistis akan adanya kedamaian bagi muslim Rohingya ke depan. Menurut JK, pihak-pihak terkait sepakat untuk menyelesaikan konflik tersebut.
Menurut JK, alternatif yang baik atas konflik ini adalah bagaimana mengembalikan keharmonisan hidup mereka. Mengembalikan mereka ke tempat masing-masing. Memang, saat ini, etnis Rohingya dan Rakhine tinggal di pengungsian.
Menurut JK, jalan terbaik untuk menyelesaikan konflik ini adalah mengembalikan mereka sebagai warga negara yang normal. Tidak seperti yang pernah diucapkan Presiden Myanmar, bahwa ada negara lain yang mau menerima etnis Rohingya.
"Sebenarnya konsep itu tidak bagus untuk Rohingya sendiri. Itu artinya kita mengakui bahwa mereka bukan penduduk Myanmar. Yang lebih baik adalah mengembalikan mereka sebagai warga negara normal, jadi aman," jelas mantan Wakil Presiden RI ini seperti dikutip dari antara beberapa waktu lalu.
Untuk tujuan itu, PMI bersama Qatar, Kuwait, dan Saudi Arabia sepakat membangun empat ribu rumah.
"Untuk itu kita akan membangun sebuah perumahan yang baru. Teman-teman PMI, dari Qatar, Kuwait, Saudi sepakat membangun empat ribu rumah," jelas JK.
Hingga kini, tim PMI masih berada di Myanmar untuk menyusun program bersama pemerintah setempat. Presiden Myanmar U Thein Sein mengapresiasi upaya Ketua umum PMI Jusuf Kalla (JK) dalam membantu penyelesaian konflik Rohingya, dan mempersilahkan PMI melihat langsung kondisi yang terjadi di Provinsi Rakhine tersebut.
"Kita mengingatkan kepada pemerintah Myanmar untuk segera menyelesaikan konflik komunal ini sebelum mengarah ke konflik agama," kata Jusuf Kalla usai pertemuan.
JK menyebutkan, selama ini simpang siur pemberitaan konflik ini terjadi akibat adanya anggapan pemerintah Myanmar yang belum terbuka. Masyarakat internasional kemudian menjadi salah tafsir atas apa yang terjadi di provinsi tersebut.
Lalu mampukah JK kembali menghadirkan perdamaian di Myanmar? Hal tersebut tentu menjadi harapan semua orang. Selamat berjuang JK. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya