Ini Mantan Jenderal TNI dan Polri Berpeluang Jadi Capres 2024

Kamis, 4 Juli 2019 05:24 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Ini Mantan Jenderal TNI dan Polri Berpeluang Jadi Capres 2024 Kapolri Jenderal Tito Karnavian. ©2018 Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 telah selesai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan Jokowi- Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wapres terpilih 2019-2024 setelah mengalahkan pasangan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno.

Pasca Pilpres 2019, beberapa nama mulai ramai disebut berpotensi menjadi capres 2024. Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis terdapat 15 nama yang disebut berpotensi menjadi capres 2024. 4 Di antaranya merupakan mantan jenderal TNI dan jenderal Polri masih aktif. Siapa saja? Berikut ulasannya:

1 dari 4 halaman

Tito Karnavian

Kapolri Tito Karnavian dianggap tokoh yang berpotensi menjadi capres di tahun 2024. Hal ini berdasarkan survei Denny JA, beberapa waktu lalu. Tito merupakan jenderal bintang 4 yang kariernya moncer.

Sebelum ditunjuk Kapolri oleh Presiden Jokowi, Tito sempat menjabat Kapolda Papua, Kapolda Metro Jaya dari Juni 2015 hingga Maret 2016 dan juga pernah Kepala Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Tito dikenal sebagai jenderal yang memiliki segudang prestasi di kepolisian. Misalnya saja saat di Densus 88, dia membongkar jaringan teroris Noordin M Top, menangkap teroris Azahari Husin tahun 2005 dan menangkap para DPO konflik Poso. Selain itu di bidang akademik, Tito merupakan lulusan terbaik Akpol 1987 dengan menerima penghargaan Adhi Makayasa.

2 dari 4 halaman

Budi Gunawan

Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis nama-nama yang mempunyai potensi menjadi capres di 2024. Dari nama yang dirilis, salah satunya Budi Gunawan. Pensiunan Jenderal bintang 4 itu disebut berpotensi jadi capres.

Saat ini Budi Gunawan menjabat sebagai Kepala badan Intelijen Negara (BIN). Budi Gunawan adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1983. Kariernya terus meroket sejak ditunjuk sebagai ajudan presiden keempat Megawati Soekarnoputri saat berpangkat Komisaris Besar (Kombes).

Dia sempat tercatat sebagai jenderal termuda di Polri saat dipromosikan naik pangkat bintang satu atau Brigadir Jenderal (Brigjen) saat menjabat Kepala Biro Pembinaan Karyawan (Binkar) Mabes Polri. Kemudian, menjabat Kepala Selapa Polri selama dua tahun. Budi Gunawan juga sempat menduduki jabatan Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol) tahun 2012-2015.

3 dari 4 halaman

Gatot Nurmantyo

Sejumlah nama digadang-gadang berpotensi maju capres di tahun 2024. Dari nama-nama yang dirilis oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, ada mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Gatot menjadi salah satu dianggap memiliki potensi besar pada Pilpres mendatang.

Pada Pilpres 2019 saja, namanya sempat santer disebut. Gatot yang merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1982 memiliki karier yang cukup moncer di dunia militer. Dia ditempatkan dalam kesatuan infantri baret hijau Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Beberapa jabatan yang pernah disandang Gatot, antara lain Kaurdal Denlatpur, ADC (ajudan) Pangdam III/Siliwangi, PS Kasi-2/Ops Korem 174/Anim Ti Waninggap, Danyonif 731/Kabaresi, Dandim 1707/Merauke, Dandim 1701/Jayapura, Sespri Wakasad, Danbrigif 1/PIK Jaya Sakti, Asops Kasdam Jaya, Danrindam Jaya. Kemudian berlanjut menjadi Danrem 061/Suryakencana (2006-2007), Kasdivif 2/Kostrad (2007-2008), Dirlat Kodiklatad (2008-2009), Gubernur Akmil (2009-2010), Pangdam V/Brawijaya (2010-2011), Dankodiklat TNI AD (2011-2013), Pangkostrad (2013-2014).

4 dari 4 halaman

Prabowo Subianto

Nama Prabowo Subianto kembali disebut masuk dalam daftar tokoh yang memiliki potensi menjadi capres di Pilpres 2024. Meski dua kali gagal, rupanya nama Prabowo masih berpengaruh di Pilpres mendatang.

Prabowo Subianto merupakan mantan Danjen Kopassus, pengusaha dan politisi. Prabowo juga ketua umum dari partai Gerindra. Prabowo pernah mengenyam pendidikan di Akademi Militer Magelang pada tahun 1970 dan lulus pada tahun 1974. Selama karir militernya, ia berjasa dalam sebuah operasi melawan Gerakan Papua Merdeka. Ia membebaskan 12 peneliti yang sedang melakukan ekspedisi, 5 di antaranya adalah warga negara Indonesia.

[has]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini